TransJakarta Hemat Subsidi BBM Rp302 Juta per Tahun dengan Bus Listrik, Ini Rinciannya!

 Gana Buana
15/4/2026 21:58
TransJakarta Hemat Subsidi BBM Rp302 Juta per Tahun dengan Bus Listrik, Ini Rinciannya!
TransJakarta Hemat Subsidi BBM Rp302 Juta per Tahun dengan Bus Listrik.(Antara)

TRANSJAKARTA mengungkapkan bahwa satu unit bus listrik berpotensi menghemat subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga Rp302 juta per tahun. Angka ini tercatat berdasarkan perhitungan efisiensi operasional dan perbedaan harga antara solar subsidi dan BBM komersial.

Menurut Gatot Indra Koswara, Spesialis Utama Transformasi dan Manajemen Perubahan TransJakarta, biaya subsidi BBM untuk satu unit bus diesel (ICE) yang beroperasi sejauh 78.475 kilometer per tahun dapat terpangkas hingga Rp302 juta. Perhitungan ini mengacu pada selisih harga solar subsidi yang mencapai Rp6.800 per liter dan harga solar komersial (Dexlite) sekitar Rp14.500 per liter.

Meskipun harga bus listrik lebih tinggi dibandingkan bus diesel, TransJakarta mencatat bahwa efisiensi energi bus listrik empat kali lebih murah, ditambah biaya perawatan yang juga dua kali lebih rendah. Ini mengurangi beban biaya jangka panjang, membuat investasi awal bus listrik lebih cepat terbayar.

"Selisih antara harga energi subsidi dan energi komersial bisa mengurangi subsidi BBM hingga Rp302 juta per unit setiap tahun," jelas Gatot dilansir dari Antara, Rabu (15/4).

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan bahwa biaya operasional bus ICE sekitar Rp3.400 per kilometer, sedangkan bus listrik hanya sekitar Rp800 per kilometer, berdasarkan harga listrik Rp731 per kWh. Ini memberikan potensi penghematan sekitar Rp204 juta per unit setiap tahun. Dari sisi perawatan, bus listrik juga lebih ekonomis, dengan biaya perawatan sekitar Rp2.600 per kilometer, jauh lebih murah dibandingkan bus diesel yang membutuhkan Rp5.400 per kilometer.

Dengan akumulasi penghematan dari pengurangan subsidi BBM, biaya energi, dan perawatan, TransJakarta memperkirakan penghematan total bisa mencapai Rp3,9 miliar per unit dalam 5,5 tahun, yang setara dengan harga satu unit bus listrik 12 meter saat ini.

Walaupun investasi awal bus listrik masih sekitar dua kali lipat lebih mahal daripada bus berbahan bakar diesel, keuntungan jangka panjang dari segi efisiensi operasional dan subsidi energi diyakini dapat mengimbangi biaya tersebut.

Selain itu, penggunaan bus listrik juga membawa dampak positif bagi lingkungan, mengurangi emisi gas buang, dan meningkatkan kualitas udara di kota-kota besar. Dengan potensi efisiensi yang signifikan, TransJakarta berencana memperluas penggunaan armada bus listrik untuk mendukung transportasi publik yang lebih ramah lingkungan dan lebih hemat biaya. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya