Menperin: Kenaikan Harga Plastik tak Terhindarkan

Naufal Zuhdi
08/4/2026 10:52
Menperin: Kenaikan Harga Plastik tak Terhindarkan
ilustrasi(Antara)

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita buka suara terkait kenaikan harga plastik yang kini menghantui para pelaku usaha dan masyarakat selaku konsumen. Ia mengakui terjadi kenaikan harga di tingkat produksi seiring melonjaknya biaya bahan baku global imbas perang di Timur Tengah. Eskalasi konflik. tuturnya, berdampak pada pasokan nafta sebagai bahan baku utama industri petrokimia. Gangguan distribusi dan produksi global akhirnya memicu kenaikan biaya di tingkat hulu.

“Gangguan pada rantai pasok global memang memberikan tekanan terhadap struktur biaya produksi plastik,” ujar Agus, Rabu (8/4).

Namun, ia memastikan bahwa pemerintah telah melakukan upaya pengamanan pasokan melalui berbagai kanal alternatif.

Ia menjelaskan bahwa Kemenperin terus memperkuat koordinasi dengan pelaku industri manufaktur guna memitigasi dampak gangguan rantai pasok global. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan industri nasional agar tetap mampu memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor.

“Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci untuk memastikan industri tetap resilien di tengah tekanan global,” pungkas Agus

Kementerian Perindustrian bersama pelaku industri petrokimia hulu telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan mencari sumber pasokan nafta alternatif di luar kawasan Timur Tengah guna mengurangi ketergantungan.

Selain itu, industri juga mengoptimalkan penggunaan LPG sebagai bahan baku penyangga (buffer) dalam proses produksi. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan plastik daur ulang berkualitas tinggi sebagai substitusi guna menjaga stabilitas pasokan.

Terkait isu keterbatasan stok hingga Mei, Agus menegaskan kondisi industri kemasan nasional masih berada dalam fase ekspansi. Hal ini tercermin dari data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2026 yang menunjukkan kinerja subsektor tersebut tetap kuat.

“Masyarakat dan pelaku industri tidak perlu panik. Produk plastik dipastikan masih tersedia di pasar,” tegasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya