Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Fixed Income Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Karinska Salsabila Priyatno menilai ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat sangat terbatas.
"Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan ini, BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/6).
Keputusan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Nilai tukar rupiah tercatat telah melemah hampir 2% dari asumsi dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), sementara risiko meningkatnya subsidi energi terus membayangi. Kondisi tersebut berpotensi menahan imbal hasil (yield) surat utang tetap tinggi dan membuat investor lebih berhati-hati, terutama terhadap obligasi berdurasi panjang.
Dari sisi eksternal, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed juga mulai bergeser. Meski sebagian besar pelaku pasar sekitar 92,9% menurut CME FedWatch masih memperkirakan akan ada penurunan suku bunga pada Desember 2025, proyeksi kisaran target suku bunga sebesar 3,75%–4,00% hanya memiliki probabilitas 39,5%.
"Ini menunjukkan bahwa arah kebijakan moneter AS kini dipandang lebih hati-hati dan tidak seagresif sebelumnya," ungkap Karinska.
Perubahan ekspektasi tersebut, lanjutnya, mendorong naiknya yield obligasi global, termasuk US Treasury, yang kemudian berdampak pada pasar negara berkembang (emerging markets/EM). Sementara, yield Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia tenor 10 tahun tercatat naik 3 basis poin menjadi 6,753%, mengikuti pergerakan yield obligasi AS seiring penyesuaian ekspektasi pasar global terhadap waktu dan skala pelonggaran kebijakan moneter.
Di sisi lain, tekanan juga datang dari dalam negeri. Posisi utang luar negeri Indonesia meningkat menjadi US$431,5 miliar per April 2025, sebagian besar didorong oleh pinjaman sektor publik. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya ketergantungan terhadap pembiayaan luar negeri di tengah tekanan nilai tukar dan inflasi yang masih tinggi.
"Kondisi tersebut semakin mempersempit ruang fiskal pemerintah dan membuat pasar obligasi domestik semakin rentan terhadap dinamika suku bunga global," pungkas Karinska. (E-3)
IHSG ditutup melemah 2,16% ke 7.378,61 akibat rupiah tembus Rp17.300 per dolar AS dan kenaikan harga minyak global. Simak analisis lengkapnya.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% dan memperkuat intervensi pasar demi menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak variatif seiring pelaku pasar yang masih bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026.
Rupiah hari ini menguat ke Rp17.168 per dolar AS berkat intervensi BI dan aksi profit taking di tengah tekanan geopolitik global. Cek analisisnya.
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi di Bursa Efek Indonesia, seiring sikap pelaku pasar yang masih menunggu arah kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia.
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Guna menjaga ketahanan ekonomi, produktivitas sektor pertanian harus tetap terjaga melalui langkah-langkah antisipasi yang terukur.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
Kehadiran BEKISAH menjadi wujud ikhtiar Bank Indonesia untuk menebar maslahat, memperkokoh ukhuwah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tren kenaikan harga minyak global yang tembus US$100 bpd menambah tekanan terhadap fiskal.
Nilai tukar Rupiah menyentuh Rp17.300 per USD akibat ketidakpastian global. BI perkuat intervensi dan pastikan cadangan devisa tetap kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved