Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tertekan signifikan pada perdagangan Kamis (23/4) sore, terseret kombinasi sentimen negatif dari pelemahan tajam rupiah dan lonjakan harga minyak global yang belum mereda.
IHSG hari ini turun 163 poin atau 2,16% ke level 7.378,61. Sementara itu, indeks LQ45 ikut terkoreksi lebih dalam sebesar 2,73% ke posisi 715,88, mencerminkan tekanan merata pada saham-saham unggulan.
Pelemahan rupiah menjadi pemicu utama gejolak pasar. Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp17.300 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup di Rp17.286 per dolar AS, menjadi level penutupan terlemah sepanjang sejarah sekaligus yang terdalam di kawasan Asia saat ini.
Tekanan ini dinilai datang lebih cepat dari ekspektasi pelaku pasar, membuat respons kebijakan menjadi kurang efektif. Keputusan Bank Indonesia yang kembali menahan suku bunga acuan belum mampu meredam gejolak, terutama di tengah tren pelemahan rupiah yang terus berulang sepanjang April.
Situasi semakin kompleks karena kenaikan harga minyak dunia. Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi membuat lonjakan harga minyak langsung berdampak pada tekanan eksternal. Risiko ini bahkan diperkirakan dapat memperlebar defisit transaksi berjalan hingga kisaran 0,5-1,3% dari PDB.
Di sisi likuiditas, jumlah uang beredar (M2) tercatat meningkat 9,7% secara tahunan menjadi Rp10.355 triliun pada Maret 2026. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan uang beredar sempit (M1) serta aktivitas konsumsi selama periode Idul Fitri, yang turut meningkatkan perputaran dana di masyarakat.
Dari faktor global, ketidakpastian juga meningkat akibat berlarutnya gangguan di Selat Hormuz yang menjaga harga minyak tetap tinggi. Kondisi ini memicu kekhawatiran baru terkait inflasi global dan tekanan fiskal di berbagai negara.
Secara sektoral, hampir seluruh sektor saham berada di zona merah. Sektor barang konsumen nonprimer mencatat penurunan terdalam sebesar 3,18 persen, diikuti sektor industri dan teknologi. Hanya sektor transportasi dan logistik yang mampu bertahan di zona positif dengan kenaikan 2,42 persen.
Aktivitas perdagangan terbilang tinggi dengan lebih dari 3 juta transaksi dan nilai mencapai Rp20,49 triliun. Namun tekanan jual mendominasi, dengan 505 saham melemah dibanding hanya 192 yang menguat.
Sejalan dengan pasar domestik, mayoritas bursa Asia juga ditutup melemah, mempertegas sentimen risk-off yang sedang terjadi di kawasan. (Ant/Z-10)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap memandang masa depan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan optimisme tinggi.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Senin (27/4) di zona merah.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23 pada Rabu (29/4/2026) berkat aksi bargain hunting dan sentimen global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved