IHSG Hari Ini Menguat: Pasar Wait and See Jelang Keputusan Suku Bunga BI

Andhika Prasetyo
20/4/2026 10:37
IHSG Hari Ini Menguat: Pasar Wait and See Jelang Keputusan Suku Bunga BI
ilustrasi(Antara)

IHSG dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi di Bursa Efek Indonesia, seiring sikap pelaku pasar yang masih menunggu arah kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia. IHSG tercatat naik 29,40 poin atau 0,39 persen ke level 7.663,40. Sementara itu, Indeks LQ45 juga menguat 1,83 poin atau 0,24 persen ke posisi 760,70.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Imam Gunadi, menyebut level 7.773 sebagai resistance terdekat yang krusial. Jika level ini berhasil ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan.

Namun, selama belum mampu menembus resistance tersebut, risiko koreksi atau pullback tetap perlu diwaspadai. Di sisi lain, level 7.308 menjadi support penting yang dapat menahan tekanan, terutama jika muncul sentimen negatif dari global.

Proyeksi IHSG Pekan Ini

Untuk periode 20–24 April 2026, IHSG diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi dengan pola sideways cenderung volatil. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor geopolitik global serta belum stabilnya aliran dana asing ke pasar domestik.

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada keputusan suku bunga acuan BI. Konsensus pasar memperkirakan suku bunga akan tetap di level 4,75 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.

Bank Indonesia dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21–22 April 2026 untuk menentukan arah kebijakan moneter. Selain keputusan suku bunga, pelaku pasar juga akan mencermati sinyal kebijakan ke depan di tengah tekanan eksternal.

Sentimen Global: Geopolitik dan Data Ekonomi

Dari sisi global, dinamika geopolitik, terutama konflik di Timur Tengah dan situasi di Selat Hormuz, diperkirakan masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pasar.

Selain itu, beberapa data ekonomi penting juga menjadi perhatian:

China: Rilis Loan Prime Rate (LPR)

  • LPR 1 tahun: 3,0 persen
  • LPR 5 tahun: 3,5 persen

Data ini akan mencerminkan arah kebijakan moneter China.

Amerika Serikat: Data retail sales Maret 2026

Diperkirakan tumbuh 1,3 persen (month-to-month), meningkat dari 0,6 persen sebelumnya. Data ini penting karena menggambarkan kekuatan konsumsi sebagai motor utama ekonomi AS.

Energi Global: Data stok minyak mentah (EIA Crude Oil Stocks)

Diproyeksikan turun sekitar 1 juta barel, yang dapat mengindikasikan pasokan lebih ketat dan menopang harga minyak.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya