Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Bank Dunia Ajay Banga mengingatkan meningkatnya kesenjangan antara negara kaya dan miskin berisiko memperparah kemiskinan di negara berkembang. Hal itu ia sampaikan pada pertemuan menteri keuangan G20 di India, Selasa (18/7).
Menurutnya banyak negara masih belum pulih dari pukulan pandemi covid-19 dan dampak dari perang Rusia di Ukraina, yang memengaruhi harga bahan bakar dan komoditas global. Selain itu, kata dia, perubahan iklim juga berdampak kepada beberapa negara termiskin yang paling rentan.
Dalam pertemuan dua hari yang dihadiri para menteri keuangan dan kepala bank sentral di Gandhinagar, negara bagian Gujarat, India itu, Banga mengatakan "Frustrasi negara-negara Selatan (negara-negara berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin) dapat dimengerti. Dalam banyak hal mereka ikut menyumbang untuk kemakmuran kita."
Apa yang disampaikan pria AS kelahiran India itu maksudnya adalah komitmen bantuan dana yang dijanjikan negara-negara barat kepada mitranya di Asia dan Afrika, untuk membantu mengatasi perubahan iklim.
"Mereka khawatir sumber daya yang dijanjikan akan dialihkan ke rekonstruksi Ukraina. Mereka merasa aturan energi ini tidak diterapkan secara merata, dan mereka khawatir cengkeraman kemiskinan akan semakin berdampak pada generasi berikutnya."
Bank Dunia mengatakan sedang bekerja untuk meningkatkan kemampuan keuangannya, termasuk dengan meningkatkan modal hibrida dari pemegang saham perusahaan multilateral, untuk memacu pertumbuhan dan pekerjaan di negara-negara berkembang.
Lembaga itu mengatakan ekonomi masa depan tidak dapat mengandalkan ekspansi dengan mengorbankan lingkungan. "Sederhananya adalah kita tidak dapat menunda untuk mencegah peningkatan emisi yang mengancam kehidupan kita,” tegasnya.
Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman, mengingatkan para pemimpin dunia tentang tanggung jawab mereka untuk mengarahkan ekonomi global menuju pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif.
Delegasi Amerika Serikat mengatakan upaya untuk mereformasi pemberi pinjaman multilateral seperti Bank Dunia dan lembaga regional lainnya dapat menghasilkan US$200 miliar selama dekade berikutnya.
Restrukturisasi Utang
Dalam pertemuan itu, pembicaraan mengenai restrukturisasi utang untuk negara-negara berpenghasilan rendah juga menjadi salah satu fokus pembahasan, tetapi para pejabat mengatakan hanya ada sedikit kemajuan mengenai hal itu.
“Tiongkok, negara ekonomi terbesar kedua di dunia dan pemberi pinjaman utama ke beberapa negara berpendapatan rendah di Asia dan Afrika, sejauh ini menolak formula restrukturisasi utang,“ kata para pejabat.
Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan lebih dari setengah dari semua negara berpenghasilan rendah terancam gagal melunasi utang luar negeri mereka, yang jumlahnya meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2015.
Yellen mengatakan kesepakatan tentang utang Zambia terlalu lama untuk dinegosiasikan, tetapi dia berharap restrukturisasi utang untuk Ghana dan Sri Lanka dapat diselesaikan dengan cepat.
Pada acara itu, Menteri Keuangan Tiongkok dan India juga bertemu secara terpisah namun mereka menolak berkomentar hasil pertemuan tersebut. (AFP/M-3)
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
DPR menolak wacana PPN jalan tol. Kebijakan dinilai berpotensi menambah beban masyarakat di tengah kenaikan harga BBM.
Presiden Tiongkok Xi Jinping memperingatkan runtuhnya tatanan internasional. Simak dampak geopolitik terhadap portofolio investasi dan aset alternatif.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez kunjungi Tiongkok untuk perkuat dagang di tengah ketegangan dengan AS. Spanyol dipandang sebagai gerbang strategis ke pasar global.
Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady menyoroti dinamika global yang semakin tidak menentu dan menuntut dunia usaha untuk lebih adaptif.
Sinkronisasi pandangan antara pemberi kerja dan buruh merupakan syarat mutlak dalam menghadapi tekanan ekonomi saat ini.
Gelombang protes terhadap pendanaan industri peternakan intensif menguat secara global, dengan aksi serentak yang menyasar lembaga keuangan internasional.
Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 oleh World Bank menjadi 4,7% mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal, khususnya akibat kenaikan harga energi global.
Pemangkasan proyeksi pertumbuhan oleh Bank Dunia perlu dibaca sebagai peringatan dini bahwa ekonomi Indonesia masih rentan.
Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 masih berpeluang melampaui proyeksi Bank Dunia.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pemangkasan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 oleh Bank Dunia hal yang wajar. Bank Dunia
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Bank Dunia melakukan "dosa besar" setelah memangkas proyeksi ekonomi Indonesia dari 4,8% menjadi 4,7% tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved