Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping mengeluarkan salah satu peringatan paling keras mengenai kondisi ekonomi global pada Selasa di Beijing. Ia menyatakan bahwa tatanan internasional saat ini sedang berada di ambang keruntuhan menuju kekacauan sistemik.
Xi juga melontarkan kritik tajam terhadap respons Amerika Serikat terkait konflik Iran. Ia menyebut blokade angkatan laut di Selat Hormuz sebagai tindakan yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Langkah tersebut dinilai mengancam stabilitas salah satu jalur pengiriman minyak paling vital di dunia.
Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi konflik Iran yang terus meningkat meski berada dalam gencatan senjata yang rapuh. Dengan harga minyak yang berfluktuasi di kisaran US$100 per barel, dampak ekonominya mulai meluas. Pertumbuhan ekspor Tiongkok pun tertahan di angka 2,5%, sebuah penurunan tajam yang dipicu oleh melemahnya permintaan global dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Bagi para investor, pesan dari Beijing ini melampaui isu geopolitik dan menyentuh struktur fundamental portofolio. Ketika kekuatan besar seperti Tiongkok mulai mempertanyakan tatanan global, hal ini menandakan pergeseran menuju fragmentasi sistem pasar yang mendasari ekonomi dunia.
Menurut Economist Intelligence Unit, langkah-langkah ekonomi dan keuangan yang bersifat menghukum antara Tiongkok dan AS telah secara signifikan merusak perekonomian kedua belah pihak. Rantai pasokan kini tidak lagi hanya sekadar jalur distribusi, melainkan telah berubah menjadi alat tawar-menawar politik.
Kondisi ini menciptakan celah pada fondasi hubungan ekonomi yang selama ini diandalkan investor. Sebagai contoh, korelasi tradisional antara saham dan obligasi yang biasanya bergerak berlawanan arah kini mulai runtuh. Dalam guncangan inflasi, keduanya dapat jatuh secara bersamaan, membuat pasar menjadi jauh lebih sulit diprediksi.
Investor miliarder Ray Dalio berpendapat bahwa gangguan ini bukanlah kejadian acak, melainkan bagian dari siklus besar yang logis. Melalui unggahan di media sosial X pada 14 April 2026, Dalio menjelaskan bahwa sistem ekonomi berkembang, tertekan, dan akhirnya memperbaiki diri sendiri.
"Jika suatu ekonomi memburuk, mereka yang bertanggung jawab akan melakukan perubahan kebijakan yang diperlukan atau mereka akan digantikan," tulis Dalio. Ia menekankan bahwa strategi klasik seperti portofolio 60/40 (saham dan obligasi) kini menghadapi tantangan besar, serupa dengan kegagalan yang terjadi pada tahun 2008 dan 2022.
Ketika pasar lebih didorong oleh keputusan politik dibandingkan fundamental ekonomi, diversifikasi tradisional tidak lagi menawarkan perlindungan yang memadai. UBS Asset Management menyarankan investor untuk melihat melampaui saham dan obligasi menuju aset alternatif.
Berikut beberapa instrumen yang dianggap mampu bertahan di tengah volatilitas:
| Jenis Aset | Keunggulan di Masa Krisis |
|---|---|
| Emas | Berperan sebagai penyimpan nilai (store of value) dan lindung nilai terhadap inflasi karena nilai intrinsiknya yang tidak terikat kebijakan moneter negara mana pun. |
| Properti/Real Estate | Memiliki garis waktu yang lebih stabil dan didorong oleh permintaan kebutuhan dasar manusia, bukan sekadar berita utama pasar keuangan. |
| Perumahan Sewa | Mampu memberikan pendapatan tetap (passive income) bahkan selama periode volatilitas pasar yang luas. |
Dalam dunia yang semakin terfragmentasi, kemampuan untuk beradaptasi dengan melihat aset yang berkinerja independen dari arah pasar menjadi kunci bagi investor untuk melindungi kekayaan mereka dari guncangan geopolitik yang tidak terduga. (Moneywise/I-2)
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
DPR menolak wacana PPN jalan tol. Kebijakan dinilai berpotensi menambah beban masyarakat di tengah kenaikan harga BBM.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez kunjungi Tiongkok untuk perkuat dagang di tengah ketegangan dengan AS. Spanyol dipandang sebagai gerbang strategis ke pasar global.
Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady menyoroti dinamika global yang semakin tidak menentu dan menuntut dunia usaha untuk lebih adaptif.
Sinkronisasi pandangan antara pemberi kerja dan buruh merupakan syarat mutlak dalam menghadapi tekanan ekonomi saat ini.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengutuk serangan AS-Israel ke Iran, menyerukan deeskalasi konflik dan perlunya peran Indonesia dalam diplomasi damai internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved