Ekonomi Indonesia 2026 masih Berpotensi Tumbuh di Atas 4,7 Persen

Andhika Prasetyo
11/4/2026 04:47
Ekonomi Indonesia 2026 masih Berpotensi Tumbuh di Atas 4,7 Persen
ilustrasi(Antara)

Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 masih berpeluang melampaui proyeksi Bank Dunia. Meski demikian, di tengah ketidakpastian ekonomi global, laju pertumbuhan tersebut diperkirakan akan sulit menembus angka 5%. Sebagaimana diketahui, Bank Dunia telah merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% dari sebelumnya 4,8%. Revisi ini mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal yang turut memengaruhi prospek ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia.

Wijayanto menjelaskan bahwa pada kuartal I 2026, pertumbuhan ekonomi masih berpotensi cukup kuat dan bahkan bisa mencapai kisaran 5,5%. Kondisi ini didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi akibat faktor musiman, seperti momentum Natal dan Tahun Baru, perayaan Imlek, serta Lebaran, yang secara tradisional mendorong konsumsi masyarakat.

"Namun, memasuki kuartal II hingga kuartal IV, perekonomian Indonesia diperkirakan akan menghadapi tekanan yang lebih besar. Penurunan daya beli masyarakat, pelemahan nilai tukar rupiah, serta kenaikan inflasi menjadi faktor utama yang berpotensi menahan laju pertumbuhan. Di sisi lain, ketidakpastian global juga mendorong investor untuk bersikap lebih hati-hati dengan strategi wait and see, sehingga berpengaruh terhadap arus investasi," jelas Wijayanto.

Selain faktor ekonomi, risiko eksternal lain juga perlu diwaspadai, seperti potensi fenomena El Nino yang dapat mengganggu sektor produksi, khususnya pangan, dan pada akhirnya berdampak pada stabilitas harga.

Lebih lanjut, Wijayanto menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan sangat bergantung pada kekuatan konsumsi domestik. Hal ini terjadi karena kontribusi dari komponen lain diperkirakan masih terbatas, dengan investasi yang cenderung landai, belanja pemerintah yang tidak ekspansif, serta kinerja ekspor yang belum menunjukkan potensi lonjakan signifikan.

Dalam kondisi tersebut, sejumlah sektor dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Sektor perdagangan, keuangan, pertambangan dan hilirisasi, industri makanan dan minuman, kesehatan, telekomunikasi, serta ritel diperkirakan akan tetap menjadi penopang utama di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

Secara keseluruhan, prospek ekonomi Indonesia pada 2026 masih menunjukkan ketahanan, meskipun dibayangi berbagai tantangan. Pertumbuhan diprediksi tetap berada di atas proyeksi Bank Dunia, namun upaya untuk menembus level 5 persen akan sangat bergantung pada stabilitas domestik dan kemampuan menghadapi dinamika ekonomi global. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya