Pemangkasan Proyeksi Pertumbuhan jadi Peringatan bahwa Ekonomi Indonesia Rentan

Naufal Zuhdi
11/4/2026 08:19
Pemangkasan Proyeksi Pertumbuhan jadi Peringatan bahwa Ekonomi Indonesia Rentan
ilustrasi(Antara)

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman menyatakan bahwa pemangkasan proyeksi pertumbuhan oleh Bank Dunia perlu dibaca sebagai peringatan dini bahwa ekonomi Indonesia masih rentan terhadap tekanan global, terutama dari sisi nilai tukar, harga energi, dan pelemahan permintaan domestik. 

“Dalam kondisi rupiah tertekan dan risiko kenaikan harga minyak, dampaknya tidak hanya ke sektor eksternal, tetapi juga mulai merembet ke konsumsi dan investasi. Ini menunjukkan bahwa perlambatan yang terjadi bukan semata faktor global, tetapi juga mencerminkan daya tahan domestik yang belum cukup kuat,” ucap Rizal saat dihubungi, Sabtu (11/4).

Meskipun hampir semua negara terdampak eskalasi geopolitik, lanjut dia, tetapi dampak dari eskalasi tersebut ternyata tidak merata. Terutama negara dengan basis industri dan ekspor bernilai tambah tinggi cenderung lebih tahan, sementara Indonesia masih menghadapi tekanan ganda antara menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan. 

“Karena itu, pemerintah perlu menjaga keseimbangan kebijakan yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memastikan ruang fiskal tetap sehat agar tidak terbebani oleh subsidi dan intervensi jangka pendek,” tegas dia.

Rizal menegaskan, kunci utama keseimbangan tersebut adalah memperkuat mesin pertumbuhan domestik. Pemerintah, sambung dia, perlu menjaga daya beli, mengendalikan inflasi, serta mendorong investasi yang berkualitas dan produktif. 

“Artinya, di saat yang sama, strategi seperti hilirisasi harus benar-benar meningkatkan nilai tambah dan produktivitas, bukan sekadar ekspansi output. Tanpa penguatan struktur ekonomi, setiap gejolak global akan terus berulang dampaknya ke pertumbuhan nasional,” tandasnya. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya