Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia menargetkan realisasi investasi tahun ini sebesar Rp2.041,3 triliun. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi tercatat sebesar Rp498,8 triliun atau 24,4% dari target.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyebut target investasi 2026 masih realistis untuk dicapai.
"Di tengah situasi tensi tinggi geopolitik, capaian tersebut sudah sejalan dengan target," kata Eko kepada Media Indonesia, Kamis (23/4).
Menurutnya, dengan relatif damainya kawasan Asia Tenggara, Indonesia bisa mengkapitalisasi suasana aman ini untuk memikat investor di negara-negara terdampak konflik parah, seperti di Timur Tengah.
Namun, kata Eko, tantangan domestik tetap harus diwaspadai. "Triwulan II dan III dorongan konsumsi di pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan sedikit melambat, sehingga perlu upaya ekstra untuk menarik investor, karena biasanya investor liat kinerja ekonomi kita," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani optimistis target realisasi investasi 2026 bisa tercapai. Pemerintah melihat ketertarikan investor khususnya dari luar negeri sangat tinggi.
"Kami cukup optimistis dengan target yang dicanangkan sampai akhir tahun ini sebesar. Insya Allah bisa tercapai karena kita ketemu dengan mereka (investor) dan keinginannya, interest-nya masih sangat tinggi dan sangat terjaga," kata Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4).
Ia menyebut bahwa Indonesia selalu dilihat bisa menjaga kestabilan, baik dari segi ekonomi maupun politiknya. Hal itu menjadi salah satu barometer para investor pada saat mereka berinvestasi.
Rosan menyebut salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam menggenjot investasi. Dalam setiap kunjungan ke berbagai negara, katanya, Presiden Prabowo selalu bertemu dunia usaha di negara-negara tersebut.
"Bapak Presiden dalam setiap kunjungan ke luar negeri selalu memberikan waktu untuk bertemu dengan dunia usaha dari negara yang dikunjungi. Pertemuan seperti itu juga membuat para investor itu menjadi lebih yakin marena mendengar langsung apa saja kebijakan dan juga tantangan-tantangan yang selama ini dalam berinvestasi," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut target pemerintah, investasi bisa menyumbang 30% atau lebih terhadap produk domestik bruto (PDB). "Di kuartal ke-2, ke-3, ke-4 memang driver daripada pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah sektor investasi," ujarnya.
"Selain investasi dari para investor dalam dan luar negeri, Pak Rosan juga selaku CEO Danantara juga punya target investasi tambahan sendiri sehingga dengan demikian target Rp2.041,3 triliun itu pemerintah optimistis bisa dicapai," kata Airlangga. (Ifa/P-3)
Kemudian Airlangga juga memperlihatkan indeks keyakinan konsumen masih tinggi di 122,9 dan neraca perdagangan surplus dalam 70 bulan sebesar US$148,2 miliar.
Belanja militer global pada 2025 mencatatkan rekor baru sebesar US$2,89 triliun atau setara Rp49,79 kuadriliun. Lonjakan sebesar 2,9% ini didorong oleh ketidakpastian keamanan global
Meski kontribusi PDB besar, petani Indonesia sulit akses kredit. Pakar IPB ungkap penyebab dan solusi lewat AVCF.
DEPUTI Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan inflasi global diperkirakan naik dari 3,8 persen menjadi 4,1 persen akibat dampak perang AS-Israel dengan Iran.
Hal itu karena asumsi nilai tukar dalam APBN berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS, sementara saat ini rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved