Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami awal musim kemarau pada April hingga Juni 2023. Adapun puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli dan Agustus 2023.
Menjelang puncak musim kemarau, pemerintah dianggap perlu mengantisipasi sejumlah hal, terutama dalam kaitan menjaga ketahanan pangan. Apalagi, intensitas musim kemarau tahun ini disebut mengalami peningkatan. Beberapa wilayah pun mengalami penurunan intensitas curah hujan.
Hal tersebut dapat meningkatkan potensi kekeringan dan penurunan ketersediaan air. Selain itu, peningkatan intensitas musim kemarau juga berkaitan dengan perubahan fisiologis tanaman padi yang dapat menimbulkan turunnya potensi produksi padi.
Baca juga: Mentan Perintahkan Jajarannya Dampingi Petani Hadapi El Nino
El Nino atau musim kering ekstrem yang turut mengancam Indonesia juga akan berdampak signifikan pada sektor pertanian. El Nino dapat menjadi tantangan besar karena dapat mengganggu pola cuaca yang berdampak pada produksi pertanian dan kesejahteraan petani.
Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan strategi dalam penanggulangan dampak El Nino. Strategi pertama ialah meningkatkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), termasuk pemerintah daerah dalam menyiapkan sistem peringatan dini (early warning system).
Kementan juga terus memantau perkembangan iklim dan prediksi curah hujan. Strategi selanjutnya adalah pembentukan gugus tugas khusus, serta sosialisasi dan advokasi kegiatan penanggulangan kekeringan.
Baca juga: Antisipasi El Nino, Kementan Susun Berbagai Strategi
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah meminta untuk dibentuk gugus tugas guna menghadapi El Nino di setiap wilayah. “Kita semua harus duduk bersama untuk merumuskan semuanya, dimulai dari pemetaan wilayah, konsep kelembagaan, hingga rencana aksinya,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (22/5).
Menurut Mentan SYL, gugus tugas berbasis wilayah sangat penting untuk segera dibentuk. Sebab, setiap wilayah membutuhkan penanganan yang berbeda.
“Ada wilayah kategori hijau yang tidak terdampak sehingga produksinya tidak terganggu. Tapi ada juga wilayah kategori kuning dan merah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Setiap pemerintah daerah harus jeli membaca kebutuhan wilayahnya,” jelas Mentan.
Bimbingan teknis
Selain itu, Kementan akan memfasilitasi penyediaan dan optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian untuk daerah terdampak (mitigasi bencana). Mentan mengatakan sumber air di lahan pertanian sudah dibangun pemerintah seperti embung, dam parit, dan irigasi perpipaan/perpompaan.
Baca juga: NTB Siap Turunkan Hujan Buatan Antisipasi Dampak El Nino
Selanjutnya, Kementan juga memberikan bimbingan teknis serta pendampingan adaptasi dan mitigasi kekeringan akibat dampak El Nino di sektor pertanian. SYL juga memerintahkan jajarannya untuk mendampingi petani dan menyiapkan sumber pengairan, baik yang berasal dari sumur bor maupun aliran irigasi.
“Menghadapi musim kering ekstrem atau El Nino saya minta jajaran Kementan berada di lapangan membantu petani yang kesulitan. Kemudian saya juga meminta persiapan dari semua daerah di seluruh Indonesia,” ujar SYL beberapa waktu lalu.
Kementan juga terus mendorong para petani untuk mengikuti program asuransi usaha tani padi (AUTP), mengerahkan gerakan mitigasi El Nino melalui penggunaan pompa air di wilayah rentan kekeringan, serta mendorong percepatan tanam dengan menggunakan varirtas tahan kering.
Baca juga: Memasuki Fase El Nino Pemerintah Akan Lakukan Berbagai Upaya untuk Penanganan Karhutla
Sejumlah strategi lain Kementan untuk menanggulangi dampak El Nino di antaranya ialah meningkatkan aksesibilitas informasi kalender tanam (Katam) terpadu; klasterisasi dan prioritasi wilayah rentan terdampak berbasis agro-ekosistem dan potensi ketersediaan air; dan meningkatkan perluasan dan pemanfaatan asuransi usaha tani.
Bentuk lain mitigasi perubahan iklim oleh Kementerian Pertanian salah satunya melalui Kegiatan Upland yaitu pengembangan UPPO-biogas. Dalam hal ini, petani didorong membuat pupuk organik sendiri dengan cara fermentasi anaerob. Proses pembuatan demikian dapat mengurangi emisi gas metana sebagai penyebab gas rumah kaca yang dapat menyebabkan perubahan iklim.
Rencana Aksi
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) menjabarkan langkah strategis tersebur dengan menyiapkan empat rencana aksi menghadapi dampak El Nino dan krisis pangan global. Pertama adalah penyelamatan standing crop dengan memanfaatkan sumber air terdekat.
Dalam rencana aksinya, Ditjen PSP Kementan akan merehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 1.107 unit ,irigasi perpompaan 110 unit , irigasi perpipaan 37 unit ,pembangunan dan rehabilitasi embung pertanian 723 unit, hingga bangunan konservasi air 270 unit.
Baca juga: Asia Dilanda Gelombang Panas Akibat Perubahan Iklim, Peneliti Waspadai Cuaca Sepanjang 2023
Rencana kedua adalah membangun prasarana dan sarana pertanian secara terintegrasi. Ketersediaan alat mesin pertanian (alsintan) untuk percepatan tanam akan ditingkatkan. Alsintan (pra-panen) yang disiapkan sebanyak 24.926 unit.
Tak kalah penting adalah pembangunan jalan usaha tani (JUT) yang merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian untuk memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian. Pembangunan JUT ditargetkan mencapai 1.145 unit .
Rencana aksi ketiga adalah optimalisasi pemanfaatan lahan rawa. Dalam rencana aksi Ditjen PSP, optimalisasi lahan mencapai 1.811 ha. Rencana aksi keempat adalah peningkatan produksi di lahan tadah hujan, khususnya di lokasi yang tersedia sumber air tanah dan air permukaan.
Ditjen PSP juga menyiapkan sejumlah bantuan seperti unit pengolah pupuk organik (UPPO) 1.147 unit .Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) 652.778 ha .Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) 50.000 ekor.
Kemudian pupuk hayati/organik cair (POC) 1,3 juta ha serta alokasi pupuk bersubsidi urea 5,5 juta ton, NPK 3,2 juta ton, dan NPK Formula Khusus 0,211 juta ton. Semua langkah strategis dan rencana aksi itu diharapkan bisa meningkatkan ketersediaan, akses, dan kualitas konsumsi pangan. (S-3)
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BUPATI Siak Afni Zulkifli menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Siak dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghadapi ancaman Super El Nino tahun 2026.
KABUPATEN Indramayu diprakiran memasuki musim kemarau mulai akhir April 2026 ini.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia mulai memasuki masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau 2026.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
KABUPATEN Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan siaga bencana dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang diprediksi puncaknya terjadi pada pertengahan 2026.
Penyerahan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian di Desa Alue Awe, Lhokseumawe, Aceh.
PEMPROV Bengkulu, akan menargetkan potensi peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10 ribu ton per tahun dari total luasan lahan program cetak sawah pada 2026.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
Ancaman kekeringan akibat fenomena iklim global mulai terasa di Aceh, mendorong kalangan akademisi mengingatkan pentingnya strategi adaptasi bagi sektor pertanian.
Guru Besar IPB Prof Hermanu Triwidodo tawarkan solusi preemtif murah hadapi ledakan hama penggerek batang & wereng saat Godzilla El Nino 2026.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana Sumatra saat meninjau langsung lokasi Kabupaten Padang Pariaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved