Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan pembangunan industri hilir batu bara di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, yang baru saja diresmikan, Senin (24/1), merupakan investasi terbesar kedua yang melibatkan perusahaan asal Amerika Serikat (AS).
Untuk tahap awal, proyek yang digawangi Air Products and Chemicals Inc., PT Pertamina dan PT Bukit Asam itu diproyeksikan akan menghabiskan dana Rp33 triliun.
"Ini investasi cukup besar, Pak Presiden. Investasi kedua terbesar setelah Freeport untuk tahun ini," ucap Bahlil memberi laporan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara groundbreaking proyek hilirisasi batu bara di Muara Enim, Sumatra Selatan, Senin (24/1).
Sebagai perbandingan, belum lama ini, kepala negara juga baru saja meresmikan pembangunan pabrik pengolahan atau smelter milik PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur, dengan total nilai mencapai Rp42 triliun.
Bahlil menargetkan Air Products and Chemicals bersama dua BUMN Tanah Air bisa menyelesaikan pembangunan pabrik pengolahan batu bara menjadi dimetil eter (DME) itu dalam kurun 30 bulan. "Semula mereka minta 36 bulan. Setelah dirapatkan kembali, kami minta bisa selesai 30 bulan," ucap mantan Ketua Umum Hipmi itu.
Dengan masuknya Air Products and Chemicals sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia, Bahlil dengan tegas membantah bahwa pemerintah hanya fokus atau memanjakan pengusaha-pengusaha dari negara-negara tertentu saja.
Pemerintah, sebutnya, membuka kesempatan yang sama lebar bagi semua pelaku usaha di dunia untuk terlibat dalam pembangunan termasuk industri hilir di Tanah Air. "Investasi ini dari Amerika, bukan dari Korea, bukan dari Jepang, bukan juga dari Tiongkok. Saya sekaligus menyampaikan bahwa tidak benar kalau ada pemahaman negara ini hanya fokus menggaet investasi hanya dari satu negara," tegas dia.
Jika telah rampung dan beroperasi, pabrik pengolah batu bara itu diperkirakan mampu memproduksi 1,4 juta ton DME atau setara 1 juta ton LPG per tahun. Dengan adanya produksi tersebut, Indonesia bisa mengurangi impor LPG yang mencapai 7 juta ton setiap tahun. (OL-8)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Danantara tengah menggarap proyek-proyek hilirisasi dengan total investasi mencapai US$26 miliar atau setara Rp450,42 triliun (kurs Rp17.324 per dolar AS).
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Pemerintah menyerap dana Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) dengan total penawaran masuk mencapai Rp74,95 triliun.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Di tengah dinamika pasar keuangan, kolaborasi antara manajer investasi dan perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman.
KBRI Warsawa gelar forum bisnis di Krakow dan Łódź untuk dorong investasi, perdagangan, dan kerja sama tenaga kerja Indonesia-Polandia jelang IEU-CEPA 2027.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved