Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM senior yang juga Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, menilai Bank Indonesia (BI) tidak dapat begitu saja dituntut untuk mencetak uang meski ekonomi saat ini sedang tertekan di bawah kondisi pandemi covid-19.
“Enggak bisa segampang itu. Banyak pertimbangan dan perlu kehati-hatian yang luar biasa. Mau negara kita seperti Zimbabwe dan Venezuela?” ucapnya saat dihubungi kemarin.
Usulan agar BI segera mencetak uang di situasi sulit saat ini muncul dari anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Dalam sebuah diskusi daring, politikus Partai Golkar itu mengusulkan agar BI mencetak uang di kisaran Rp400 triliun hingga Rp600 triliun.
Atas usulan itu, Ari mengingatkan pencetakan uang yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan suplai dan permintaan barang dan jasa akan melahirkan inflasi yang tinggi, bahkan cenderung tak terkendali.
“Itu yang terjadi di Zimbabwe dan Venezuela. Pemerintahnya tidak bisa menarik pajak dan mereka mencetak uang. Untuk
gaji pegawai negeri itu dicetak uangnya, akibatnya inflasi. Jadi, itu mengganggu perekonomian,” jelasnya.
Ari menambahkan, siklus perekonomian sejatinya tidak melulu soal uang. Ekonomi berdiri karena adanya dua aspek: permintaan dan
penawaran. Dalam hal ini kehadiran uang tidak begitu bermanfaat bila tidak ada barang yang bisa dibeli.
“Kedua hal itu harus nyambung. Kalau tidak nyambung, ya percuma. Jadi, berapa pun duit yang kita miliki, tetapi tidak mengalir ke sektor produksi, itu sama saja bohong,” tegasnya.
Saat dikonfirmasi kemarin, anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menuturkan usulan yang ia berikan kepada BI bukan semata mencetak uang, tetapi lebih kepada lahirnya kebijakan untuk meningkatkan quantitative easing.
“Siapa yang usul? Saya mengusulkan perlunya kebijakan quantitative easing,” jawabnya singkat.
Anggota Fraksi Partai Golkar di DPR, Sarmuji, menambahkan usulan Misbakhun itu bukan sikap resmi fraksinya. “Ide mencetak uang tidak pernah muncul sebagai ide Fraksi Partai Golkar sebagai solusi untuk mengatasi dampak pandemi covid-19,” ujarnya. (Mir/Cah/E-2)
Nilai tukar mata uang rupiah ditutup melemah ke Rp17.326 per dolar AS dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan peningkatan permintaan aset safe haven.
Guna menjaga ketahanan ekonomi, produktivitas sektor pertanian harus tetap terjaga melalui langkah-langkah antisipasi yang terukur.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
Kehadiran BEKISAH menjadi wujud ikhtiar Bank Indonesia untuk menebar maslahat, memperkokoh ukhuwah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tren kenaikan harga minyak global yang tembus US$100 bpd menambah tekanan terhadap fiskal.
Nilai tukar Rupiah menyentuh Rp17.300 per USD akibat ketidakpastian global. BI perkuat intervensi dan pastikan cadangan devisa tetap kuat.
Ia menilai Kemendagri sebagai lembaga pembina pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Pemda setempat yang memiliki perlintasan sebidang.
Politisi Fraksi PKS ini mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur fisik perkeretaapian di kawasan aglomerasi penting dilakukan.
DPR RI mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Selain aspek keuangan, Doli menekankan pentingnya pembaruan sistem kaderisasi partai agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Partai politik telah memiliki aturan main sendiri yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
penilaian lembaga internasional JP Morgan yang menempatkan Indonesia pada posisi atas dalam ketahanan energi mencerminkan bahwa fondasi kebijakan yang dibangun pemerintah sudah tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved