Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM senior Anton Gunawan menyarankan agar para pengamat perekonomian menjadikan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai data yang kredibel.
"Tentunya, saya melihat BPS itu sebagai sumber dari data yang harus dipercaya. Walaupun kita sadar ada perbedaan pendapat yang mungkin akan katakanlah nothing is perfect. Tapi setidaknya itu bisa mencerminkan ekonomi keseluruhan," kata Anton di workshop bertema Meningkatkan Wawasan Statistik kepada Media di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (7/11).
Hal itu dikarenakan ekonom memiliki keterbatasan untuk mencakup data mendetail seperti yang dimiliki oleh BPS. Data yang dirilis BPS, lanjut Anton, kerap dijadikan acuan untuk memprediksi seperti apa gerak perekonomian nasional ke depan.
"Harusnya digunakan sebagai penuntun untuk melihat oh ternyata ekonominya seperti ini. BPS harusnya lebih dipercaya, walaupun ada titik-titik di mana kita harus bicara untuk mengimprove data dari BPS," terangnya.
Kelengkapan sumber data yang dimiliki BPS, diakui Anton tidak dimiliki oleh ekonom. Sebut saja untuk memprediksi pertumbuhan nasional, ekonom, imbuh dia hanya bisa melihat pola berdasarkan informasi yang dimiliki dan data yang telah dipublikasi sebelummya.
"Sedangkan BPS itu melihatnya dari banyak detail yang kami ekonom tidak bisa lihat. Kita mencobanya dengan melihat pola, dimensi yang sebelumnya ataupun mungkin beberapa informasi yang bisa kita masukkan untuk memprediksi, oh ternyata polanya akan seperti ini," jelas Anton.
"BPS mempunyai data yang sangat mendetail. Kita hanya memiliki data yang dapat kita lihat dan kita akses atau kita kumpulkan," kata Anton.
"Saya tidak sama sekali akan berani untuk mengatakan saya tidak percaya dengan metode yang dilakukan oleh BPS, apalagi sudah dilakukan monitoring oleh lembaga internasional," sambungnya.
Seyogyanya ekonom tidak mengatakan apa yang menjadi prediksinya ialah yang paling benar. Selain keterbatasan sumber data, pengetahuan merinci di tiap sektor juga dinilai menjadi salah satu yang menjadi kelemahan ekonom secara umum.
Anton menyinggung ihwal laporan Capital Economics yang meragukan rilisan data dari BPS. Ia meragukan lembaga survei itu memiliki data mendetail dan menggambarkan fakta yang ada.
"Saya tidak yakin Capital Economics, melihat sampai ke detail, bahkan saya saja gak tahu soal perdagangan, saya gak ngerti datanya seperti apa. Tapi saya mencoba membuat model dalam metodologinya. Walaupun hasilnya tidak akan sama, mungkin forecast (prediksi) nya cukup dekat," tutur Anton.
Diketahui sebelumnya, Capital Economics mencurigai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu bertahan dikisaran 5% di saat pelemahan terjadi di banyak negara. Menurut rilisnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia seharusnya berada dikisaran 4,5%, jauh di bawah laporan BPS.
"Peneliti aktivitas ekonomi Indonesia kami menunjukkan bahwa ekonomi tumbuh pada realisasi yang jauh lebih lemah," demikian penggalan rilis Capital Economics. (OL-09)
Menkeu Purbaya tegaskan ekonomi Indonesia masuk “survival mode”. Tak ada ruang kesalahan, pajak dan program akan diawasi ketat demi cegah krisis.
PEREKONOMIAN Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2025 tumbuh 5,14% (year-on-year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,1%.
Pemerintah optimistis target investasi Rp2.041 triliun di 2026 tercapai. Realisasi awal tahun sudah Rp498,8 triliun, didorong minat kuat investor global.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% dan memperkuat intervensi pasar demi menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi dunia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah saat ini menjalankan strategi ekonomi dalam “mode bertahan (survival mode) di tengah ketidakpastian global.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan ekonomi RI tumbuh hingga 6% di 2026 saat IMF-World Bank Meeting. Simak strategi hadapi guncangan global.
KOTA Bandung kembali mencatatkan peran strategis di tingkat nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) RI resmi meluncurkan dan mensosialisasikan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kota Bandung.
BPS menerapkan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) sebagai upaya dalam menyelaraskan sistem perizinan usaha
Bahkan setelah data dipublikasikan, proses belum berhenti karena masih ada tahap evaluasi untuk memastikan kualitas dan perbaikan.
INFLASI yang terjaga dalam rentang toleransi dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
BPS mencatat produksi gula 2025 naik jadi 2,67 juta ton, konsumsi rumah tangga turun, namun Indonesia masih bergantung pada impor 3,93 juta ton.
BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi DI Yogyakarta tengah mematangkan persiapan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026, untuk menangkap pergeseran struktur ekonomi DIY.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved