BPS: Produksi Gula Naik, Konsumsi Rumah Tangga Turun, tapi Impor masih Mendominasi

Naufal Zuhdi
08/4/2026 16:12
BPS: Produksi Gula Naik, Konsumsi Rumah Tangga Turun, tapi Impor masih Mendominasi
Pekerja melakukan aktifitas bongkar muat gula kristal putih (GKP) menggunakan alat berat forklift di gudang penyimpanan.(Dok. Antara)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi gula nasional pada 2025 meningkat. Namun, perbaikan pasokan domestik itu belum mampu menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan total penggunaan gula nasional pada 2025 mencapai sekitar 6,33 juta ton. Dari angka tersebut, konsumsi rumah tangga hanya sebesar 1,4 juta ton atau 23,13% dari total penggunaan.

“Sebagian besar penggunaan gula justru berasal dari industri pengolahan yang mencapai hampir 3,9 juta ton, serta sektor horeka, hotel, restoran, dan katering, sekitar 970 ribu ton,” ujar Sonny dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (8/4).

Sonny menuturkan konsumsi gula di tingkat rumah tangga menunjukkan tren menurun, baik secara total maupun per kapita. Saat ini, konsumsi gula per kapita tercatat 5,15 kilogram per tahun.

Menurut dia, penurunan tersebut dipengaruhi setidaknya dua faktor. Pertama, pergeseran gaya hidup masyarakat ke pola konsumsi yang lebih sehat dengan mengurangi asupan gula dan garam. Kedua, perubahan pola belanja dan konsumsi ke makanan jadi, sehingga pembelian gula tidak lagi dilakukan secara langsung oleh rumah tangga.

Di sisi lain, produksi gula nasional pada 2025 mencapai 2,67 juta ton, naik dari 2,47 juta ton pada 2024. Kenaikan ini didorong oleh bertambahnya luas panen tebu menjadi 563 ribu hektare, dari 521 ribu hektare pada tahun sebelumnya.

Adapun sentra produksi tebu nasional masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah, terutama Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.

Meski produksi membaik, Indonesia masih sangat bergantung pada gula impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sepanjang 2025, volume impor gula tercatat mencapai 3,93 juta ton, dengan salah satu pasokan terbesar berasal dari Brasil.

“Secara umum, pasokan domestik memang membaik dengan peningkatan produksi. Namun, ketergantungan terhadap impor masih cukup tinggi dan menjadi tantangan yang perlu diatasi ke depan,” kata Sonny. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya