Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH fosil kaki misterius yang ditemukan 15 tahun lalu di Ethiopia akhirnya teridentifikasi. Hasil studi terbaru mengungkapkan bahwa fosil tersebut milik kerabat manusia purba yang penuh teka-teki dan hidup berdampingan dengan leluhur ikonik kita, "Lucy".
Penemuan ini merupakan buah dari penantian panjang. Pada tahun 2009, para ilmuwan menemukan fosil kaki berusia 3,4 juta tahun dengan struktur jari yang dirancang untuk memanjat pohon.
Kini, melalui temuan fosil gigi dan tulang rahang baru di sekitar lokasi yang disebut "Kaki Burtele" tersebut, para peneliti mengonfirmasi bahwa mereka adalah spesies Australopithecus deyiremeda.
Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature ini menunjukkan bahwa Au. deyiremeda hidup pada periode yang sama dengan spesies Lucy (Australopithecus afarensis), yakni sekitar 3,5 hingga 3,3 juta tahun yang lalu.
Uniknya, Au. deyiremeda memiliki perpaduan fitur anatomi yang aneh:
"Kita belajar bahwa berjalan tegak adalah komponen kunci sejarah evolusi kita, tetapi ternyata ada banyak cara untuk melakukannya," ujar Yohannes Haile-Selassie, paleoantropolog dari Universitas Negeri Arizona.
Sebelumnya, para ahli meyakini bahwa semua hominin pada zaman Lucy sudah sepenuhnya berjalan tegak dengan jari kaki yang sejajar. Namun, Kaki Burtele milik individu dewasa ini justru memiliki jari melengkung untuk mencengkeram dahan pohon.
Setelah bertahun-tahun tanpa identitas pasti, tim peneliti menemukan 13 fragmen gigi dan rahang baru di situs Woranso-Mille, wilayah Afar. Analisis mendalam mengklasifikasikan fragmen tersebut sebagai Au. deyiremeda.
Karena ditemukan di lokasi dan lapisan waktu yang sama, tim yakin bahwa kaki dan gigi tersebut berasal dari spesies yang sama.
Analisis kimia pada enamel gigi mengungkapkan fakta menarik lainnya. Meski tinggal di wilayah yang sama, kedua spesies ini tidak saling berebut sumber daya:
"Perbedaan pola makan dan cara bergerak adalah cara terbaik bagi dua spesies untuk hidup berdampingan di wilayah yang sama," tambah Haile-Selassie.
Meski temuan ini dianggap besar, beberapa ahli masih bersikap skeptis. Zeray Alemseged dari Universitas Chicago berpendapat bahwa kaitan antara kaki dan gigi tersebut masih bersifat tidak langsung karena hanya didasarkan pada kedekatan lokasi penemuan.
Namun, Jeremy DeSilva, antropolog dari Dartmouth College, justru memberikan dukungan penuh. "Bagi saya, makalah ini adalah ucapan 'selamat datang di silsilah keluarga' bagi Australopithecus deyiremeda. Sekarang tugas kita adalah mencari tahu di mana tepatnya posisi spesies ini dalam garis evolusi manusia," pungkasnya.
Tahukah Anda? Nama "Lucy" diambil dari lagu The Beatles berjudul "Lucy in the Sky with Diamonds" yang diputar berulang kali di kamp peneliti saat fosilnya ditemukan pada tahun 1974.
Sumber: Live Science
Penelitian terbaru di Spanyol mengungkap bagaimana manusia purba Neanderthal berbagi gua dengan beruang gua melalui pembagian ruang ekologis yang unik.
Di satu sisi, pengaruh ini bisa memberi keuntungan, seperti kemampuan visual yang lebih tajam. Namun di sisi lain, ada indikasi bahwa fungsi sosial dan kognitif tertentu bisa ikut terpengaruh.
Para peneliti kemudian bereksperimen dengan mengolah batu sendiri menggunakan gigi badak modern yang mereka peroleh dari tiga kebun binatang di Prancis.
Penelitian terbaru di Gua Goyet, Belgia, mengungkap bukti mengerikan kanibalisme Neanderthal yang menargetkan orang asing, khususnya perempuan dan anak-anak.
Penelitian terbaru menemukan ukiran cangkang telur burung unta di Afrika menunjukkan kemampuan berpikir geometris manusia purba sudah sangat maju sejak 60 ribu tahun lalu.
Penelitian terbaru mengungkap Neanderthal dan pemburu Mesolitikum mengubah ekosistem Eropa melalui api dan perburuan megafauna jauh sebelum era pertanian dimulai.
Penemuan fosil langka Cimolodon desosai di Baja California mengungkap rahasia mamalia bertahan hidup saat kepunahan massal dinosaurus 66 juta tahun lalu.
Ilmuwan temukan fosil gurita raksasa Nanaimoteuthis haggarti sepanjang 19 meter di Jepang. Simak evolusi dan peran predator puncak lautan purba ini.
Fosil Breugnathair elgolensis ditemukan di Isle of Skye dan diperkirakan berusia sekitar 167 juta tahun, berasal dari periode Jurassic Tengah.
Penemuan fosil echidna raksasa yang tersembunyi selama 100 tahun akhirnya terungkap. Temuan ini mengubah pemahaman ilmuwan tentang sejarah prasejarah Australia.
Pendaki di Alpen Italia menemukan jejak ekosistem lengkap berusia 280 juta tahun. Dari reptil hingga jejak hujan purba, temuan ini bikin ilmuwan tercengang.
Di lokasi yang berada sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut tersebut, para ilmuwan menemukan harta karun berupa jejak kaki dari setidaknya lima spesies hewan yang berbeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved