Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITIAN arkeologi terbaru di Spanyol mengungkap sisi lain kehidupan Neanderthal pada masa akhir keberadaannya. Manusia purba tersebut ternyata tidak hidup terisolasi, melainkan berbagi ruang dengan hewan besar seperti beruang gua (Ursus spelaeus) di lingkungan yang sama, khususnya di kawasan gua prasejarah Semenanjung Iberia.
Temuan yang didasarkan pada analisis sejumlah situs gua di Spanyol utara ini menunjukkan adanya pola penggunaan ruang yang sangat spesifik antara Neanderthal dan hewan karnivora. Kedua spesies ini berhasil menerapkan sistem "berbagi rumah" dengan pembagian zona yang jelas:
Para ahli menyebut fenomena ini sebagai bentuk koeksistensi ekologis. Kondisi tersebut memungkinkan kedua spesies hidup berdampingan dalam satu struktur geologis tanpa harus terlibat dalam kontak langsung yang intens setiap saat.
Meski berbagi habitat, hubungan antara Neanderthal dan beruang gua tidak sepenuhnya harmonis. Studi zooarkeologi mengindikasikan bahwa keduanya tetap merupakan pesaing dalam memperebutkan sumber daya penting.
Ruang gua yang aman dan akses terhadap sumber makanan di sekitar wilayah tersebut menjadi pemicu kompetisi. Dalam kondisi tertentu, konflik fisik kemungkinan besar tidak terhindarkan, meskipun bukti langsung mengenai interaksi agresif yang mematikan masih terus divalidasi oleh para peneliti melalui temuan fosil terbaru.
Kemampuan Neanderthal untuk bertahan di wilayah yang dihuni predator besar menunjukkan fleksibilitas perilaku dan strategi bertahan hidup yang jauh lebih maju dari asumsi sebelumnya.
Temuan ini memperkaya pemahaman sains tentang fase akhir kehidupan Neanderthal sebelum mereka punah sekitar 40.000 tahun lalu. Kehidupan mereka terbukti sangat kompleks; tidak hanya berjuang melawan perubahan iklim yang ekstrem, tetapi juga harus cerdas dalam berinteraksi dengan spesies lain dalam ekosistem yang sama.
Dengan integrasi data arkeologi yang semakin mutakhir, para ilmuwan berharap dapat mengungkap lebih jauh dinamika hubungan antara manusia purba dan megafauna. Hal ini menjadi kunci penting untuk memahami bagaimana faktor lingkungan dan persaingan antarspesies turut membentuk perjalanan panjang evolusi manusia di muka bumi. (Scientific Reports, Journal of Archaeological Science, Archaeological and Anthropological Sciences/H-3)
Studi terbaru mengungkap otak anjing mulai mengecil sejak zaman Neolitikum. Simak alasan ilmiah mengapa ukuran otak tidak menentukan kecerdasan anjing.
Penemuan fosil langka Cimolodon desosai di Baja California mengungkap rahasia mamalia bertahan hidup saat kepunahan massal dinosaurus 66 juta tahun lalu.
Peneliti temukan fosil paruh gurita raksasa sepanjang 19 meter dari Zaman Kapur. Predator puncak ini mampu meremukkan tulang mosasaurus!
Peneliti ungkap "reset" prasejarah di Paris. DNA kuno menunjukkan pergantian populasi total akibat penyakit pes dan krisis sosial pada zaman megalitikum.
Penelitian terbaru di Gua Goyet, Belgia, mengungkap bukti mengerikan kanibalisme Neanderthal yang menargetkan orang asing, khususnya perempuan dan anak-anak.
Model tersebut juga menyoroti peran genetic drift, yaitu perubahan frekuensi gen dalam populasi secara acak, sebagai faktor penting dalam menghilangnya Neanderthal.
Para peneliti kemudian bereksperimen dengan mengolah batu sendiri menggunakan gigi badak modern yang mereka peroleh dari tiga kebun binatang di Prancis.
Penelitian terbaru mengungkap Neanderthal dan pemburu Mesolitikum mengubah ekosistem Eropa melalui api dan perburuan megafauna jauh sebelum era pertanian dimulai.
Studi terbaru mengungkap perilaku budaya kompleks Neanderthal yang menata puluhan tengkorak hewan di sebuah gua di Spanyol. Bukan untuk makan, tapi ritual?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved