Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK bertahan hidup di zaman Paleolitikum, manusia purba harus memaksimalkan sumber daya mereka. Hal ini juga dilakukan oleh Neanderthal di Eropa Barat yang menggunakan gigi mangsa mereka sebagai alat.
Faktanya, gigi badak purba telah disorot oleh beberapa peneliti sebagai bahan yang cocok untuk pembuatan alat. Permukaan enamel yang besar dan ketahanan terhadap benturan membuatnya cocok untuk dipecah seperti cara mengasah batu api.
Dari situlah, penemuan tumpukan gigi badak di situs Neanderthal di seluruh dunia tidak mengejutkan. Namun, untuk memahami pemanfaatan dari sumber daya gigi ini masih sulit untuk dijelaskan.
Baru-baru ini, penelitian Sanz-Royo dan rekan-rekannya memeriksa sisa-sisa gigi badak di dua belas situs Neanderthal di Spanyol dan Prancis. Dari jumlah tersebut, terdapat dua situs yang menonjol karena akumulasi gigi menunjukkan tanda-tanda sesuai dengan pembuatan alat.
Para peneliti tersebut berhasil mendapatkan 281 gigi milik dua spesies badak yang telah punah dari situs di Spanyol dan Prancis. Dari lokasi ini pula, para peneliti menemukan bahwa Neanderthal mengolah tulang-tulang mamalia besar.
Lebih lanjut, para peneliti mencatat bahwa gigi-gigi kuno tersebut memiliki lekukan berulang dan area bersisik. Penemuan gigi kuno tersebut juga memperlihatkan adanya retakan baru dan bekas gesekan yang dinilai diakibatkan oleh aktivitas manusia.
Para peneliti kemudian bereksperimen dengan mengolah batu sendiri menggunakan gigi badak modern yang mereka peroleh dari tiga kebun binatang di Prancis. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa enamel pada gigi tersebut tidak terlalu cocok untuk mengolah serpihan batu, tetapi cocok untuk alat pengasah, palu lunak, dan perkakas.
Menariknya, Sanz-Royo dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa sebagian besar gigi badak yang digunakan oleh Neanderthal diambil dari hewan yang sudah tua. Hal ini diartikan bahwa gigi hewan yang lebih tua lebih cocok digunakan sebagai alat.
Hasil penelitian Sanz-Royo dan rekan semakin memperkaya pengetahuan masyarakat modern dengan kemampuan Neanderthal di masa purba. Studi ini telah berhasil diterbitkan di Journal of Human Evolution pada Maret 2026.
Sumber: IFL Science
Penelitian terbaru di Spanyol mengungkap bagaimana manusia purba Neanderthal berbagi gua dengan beruang gua melalui pembagian ruang ekologis yang unik.
Di satu sisi, pengaruh ini bisa memberi keuntungan, seperti kemampuan visual yang lebih tajam. Namun di sisi lain, ada indikasi bahwa fungsi sosial dan kognitif tertentu bisa ikut terpengaruh.
Penelitian terbaru di Gua Goyet, Belgia, mengungkap bukti mengerikan kanibalisme Neanderthal yang menargetkan orang asing, khususnya perempuan dan anak-anak.
Penelitian terbaru menemukan ukiran cangkang telur burung unta di Afrika menunjukkan kemampuan berpikir geometris manusia purba sudah sangat maju sejak 60 ribu tahun lalu.
Penelitian terbaru mengungkap Neanderthal dan pemburu Mesolitikum mengubah ekosistem Eropa melalui api dan perburuan megafauna jauh sebelum era pertanian dimulai.
Model tersebut juga menyoroti peran genetic drift, yaitu perubahan frekuensi gen dalam populasi secara acak, sebagai faktor penting dalam menghilangnya Neanderthal.
Studi terbaru mengungkap perilaku budaya kompleks Neanderthal yang menata puluhan tengkorak hewan di sebuah gua di Spanyol. Bukan untuk makan, tapi ritual?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved