Mengenal Cimolodon desosai, Mamalia Purba Hamster yang Selamatkan Garis Keturunan dari Kepunahan Dinosaurus

Thalatie K Yani
29/4/2026 12:45
Mengenal Cimolodon desosai, Mamalia Purba Hamster yang Selamatkan Garis Keturunan dari Kepunahan Dinosaurus
Ilustrasi Cimolodon desosai di pohon dengan buah di mulutnya. Ukurannya kira-kira sebesar hamster emas, kata para peneliti. Kemungkinan besar ia berlarian di tanah dan di pepohonan serta memakan buah dan serangga.(Andrey Atuchin)

SEBUAH penemuan mamalia prasejarah baru memberikan petunjuk penting tentang bagaimana kehidupan berhasil bertahan dari peristiwa kepunahan massal yang memusnahkan dinosaurus. Spesies mungil bernama Cimolodon desosai ini diyakini memiliki karakteristik khusus yang membantu garis keturunannya melewati salah satu periode paling mematikan dalam sejarah Bumi.

Sekitar 66 juta tahun lalu, sebuah bencana dahsyat menyapu bersih sekitar 75% kehidupan di planet ini. Meski demikian, beberapa spesies mamalia kecil berhasil selamat. Cimolodon desosai adalah bagian dari kelompok multituberculata, mamalia mirip pengerat yang muncul sejak periode Jura dan bertahan selama lebih dari 100 juta tahun.

Karakteristik "Penyintas"

Tim peneliti yang dipimpin University of Washington mengidentifikasi spesies ini berdasarkan fosil berusia 75 juta tahun yang ditemukan di Baja California, Meksiko. Berukuran kira-kira sebesar hamster emas, Cimolodon desosai diketahui hidup di permukaan tanah maupun di pepohonan dengan pola makan beragam, mulai dari buah-buahan hingga serangga.

Laporan yang diterbitkan dalam Journal of Vertebrate Paleontology pada 22 April ini menekankan bahwa ukuran tubuh yang kecil dan diet omnivora adalah kunci keselamatan mereka.

"Genus Cimolodon adalah mamalia yang cukup umum selama Zaman Kapur Akhir, zaman terakhir dari Era Dinosaurus. Fosil Cimolodon telah ditemukan di seluruh Amerika Utara bagian barat, dari Kanada bagian barat hingga Meksiko," ujar Gregory Wilson Mantilla, penulis senior sekaligus profesor biologi di University of Washington. 

"Spesies baru ini, Cimolodon desosai, adalah nenek moyang dari spesies yang selamat dari peristiwa kepunahan. Ia dan keturunannya relatif kecil dan omnivora, dua sifat yang menguntungkan untuk bertahan hidup."

Penemuan Fosil yang Tidak Biasa

Fosil ini pertama kali ditemukan oleh Wilson Mantilla dan timnya pada tahun 2009. Berbeda dengan penemuan fosil mamalia purba lainnya yang biasanya hanya menyisakan gigi, spesimen ini tergolong lengkap. Tim berhasil mengangkat gigi, tengkorak, rahang, serta bagian kerangka lainnya termasuk tulang paha (femur) dan tulang lengan (ulna).

Wilson Mantilla mengenang momen penemuan tersebut yang terjadi secara tidak sengaja.

"Sangat sulit untuk menemukan fosil di situs ini dibandingkan area lain. Awalnya, asisten lapangan saya hanya menemukan satu gigi kecil yang menyembul. Jika dia hanya menemukan itu saja, saya sudah akan sangat senang. Namun, ketika kami melihat ke dalam retakan batu, kami melihat ada lebih banyak tulang," ungkapnya.

Melalui bantuan teknologi pencitraan digital dan micro-computed tomography (micro-CT), tim dapat merekonstruksi struktur tubuh dan cara bergerak hewan ini secara mendetail.

Penghormatan bagi Sang Penemu

Nama spesies desosai diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada Michael de Sosa VI, asisten lapangan yang pertama kali melihat fosil tersebut. De Sosa meninggal dunia saat tim peneliti masih dalam proses mempelajari spesimen penting ini.

"Dia adalah asisten lapangan yang hebat, dan dia sudah seperti adik bagi saya," kata Wilson Mantilla. "Ini adalah spesimen yang luar biasa untuk dikaitkan dengan namanya."

Penemuan ini kini menjadi tonggak penting dalam memahami bagaimana mamalia awal berevolusi dari hewan mungil di bawah bayang-bayang dinosaurus menjadi beragam bentuk kehidupan yang kita kenal sekarang. (Science DAily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya