Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENEMUAN yang lama terlupakan akhirnya mengubah cara ilmuwan melihat masa lalu Australia. Sebuah fragmen fosil yang tersimpan lebih dari satu abad di arsip Museums Victoria kini berhasil diidentifikasi sebagai echidna raksasa, Megalibgwilia owenii.
Identifikasi ini bukan sekadar penemuan biasa, tetapi berhasil menutup celah besar dalam peta persebaran spesies prasejarah di Australia.
Megalibgwilia owenii hidup pada periode Pleistosen, sekitar 2,5 juta tahun lalu. Ukurannya jauh lebih besar dari echidna modern—bisa mencapai panjang satu meter dengan berat sekitar 15 kilogram.
Selama ini, fosil spesies ini ditemukan di berbagai wilayah Australia, tetapi anehnya tidak pernah tercatat di Victoria.
Semua berubah ketika Tim Ziegler, manajer koleksi paleontologi vertebrata, menemukan fragmen kecil di antara fosil yang belum teridentifikasi.
Awalnya, ia mengira potongan itu adalah bagian kaki belakang kanguru kecil. Ukurannya memang hanya sepanjang jari manusia. Namun, setelah diamati lebih teliti, bentuk simetris dan lengkungan langit-langit mulut menunjukkan sesuatu yang berbeda.
Ternyata, itu adalah bagian paruh echidna raksasa.
Fosil 1907 yang Terlupakan
Fosil tersebut sebenarnya sudah ditemukan sejak tahun 1907 di Gua Foul Air, Gippsland Timur. Namun selama lebih dari 100 tahun, identitasnya tidak pernah benar-benar dipahami.
Melalui pemindaian 3D dan perbandingan dengan spesimen echidna modern serta fosil lain di seluruh Australia, Ziegler akhirnya memastikan identitasnya.
Hasilnya mengejutkan.
Struktur tulangnya jauh lebih kokoh dibandingkan hewan seukuran. Bekas otot yang dalam dan perlekatan ligamen yang besar menunjukkan bahwa hewan ini memiliki kekuatan luar biasa dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Penemuan ini menjadi potongan penting yang selama ini hilang.
Sebelumnya, persebaran Megalibgwilia owenii hanya tercatat dari New South Wales hingga Australia Barat. Kini, bukti baru menunjukkan bahwa spesies ini juga pernah hidup di Victoria.
Artinya, echidna raksasa ini sebenarnya tersebar hampir di seluruh Australia, dan keberadaannya di Victoria hanya menunggu untuk disadari.
Penemuan sederhana dari rak museum ini akhirnya membuka bab baru dalam sejarah prasejarah Australia. (Z-10)
Penemuan fosil langka Cimolodon desosai di Baja California mengungkap rahasia mamalia bertahan hidup saat kepunahan massal dinosaurus 66 juta tahun lalu.
Ilmuwan temukan fosil gurita raksasa Nanaimoteuthis haggarti sepanjang 19 meter di Jepang. Simak evolusi dan peran predator puncak lautan purba ini.
Fosil Breugnathair elgolensis ditemukan di Isle of Skye dan diperkirakan berusia sekitar 167 juta tahun, berasal dari periode Jurassic Tengah.
Pendaki di Alpen Italia menemukan jejak ekosistem lengkap berusia 280 juta tahun. Dari reptil hingga jejak hujan purba, temuan ini bikin ilmuwan tercengang.
Di lokasi yang berada sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut tersebut, para ilmuwan menemukan harta karun berupa jejak kaki dari setidaknya lima spesies hewan yang berbeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved