Fosil ‘Ular Palsu’ dari Zaman Jurassic Ungkap Misteri Evolusi Ular dan Kadal

N Apuan Iskandar
24/4/2026 22:40
Fosil ‘Ular Palsu’ dari Zaman Jurassic Ungkap Misteri Evolusi Ular dan Kadal
Ilustrasi dari Breugnathair elgolensis.(Doc ucl.ac)

Sebuah penemuan fosil dari periode Jurassic tengah mengubah cara ilmuwan memahami evolusi reptil modern, khususnya hubungan antara ular dan biawak. Spesies yang diberi nama Breugnathair elgolensis ini dijuluki sebagai “ular palsu” karena memiliki kombinasi ciri yang tidak biasa antara ular dan kadal.

Fosil Breugnathair elgolensis ditemukan di Isle of Skye dan diperkirakan berusia sekitar 167 juta tahun, berasal dari periode Jurassic Tengah. Penelitian yang melibatkan tim internasional dan dipublikasikan dalam Nature mengungkap bahwa makhluk ini memiliki rahang dan gigi melengkung seperti ular, namun tetap mempertahankan tubuh serta kaki seperti kadal.

Keunikan ini menjadikan Breugnathair elgolensis sebagai salah satu fosil penting dalam kelompok Squamata, yaitu kelompok besar yang mencakup ular dan kadal. Para ilmuwan mengklasifikasikan spesies ini ke dalam kelompok Parviraptoridae, sebuah cabang purba yang sebelumnya hanya dikenal dari fosil yang terpisah.

Selama bertahun-tahun, para peneliti menemukan fosil dengan gigi menyerupai ular dan tulang dengan karakteristik kadal, tetapi mengira keduanya berasal dari hewan yang berbeda. Penemuan Breugnathair elgolensis membantah asumsi tersebut dengan menunjukkan bahwa kedua ciri tersebut dapat muncul dalam satu organisme yang sama.

Menurut para peneliti, temuan ini membuka dua kemungkinan besar dalam evolusi. Pertama, spesies ini bisa menjadi bentuk awal nenek moyang ular yang masih memiliki kaki. Kedua, ciri seperti rahang dan gigi ular mungkin berevolusi secara independen pada kelompok reptil yang berbeda, sebuah fenomena yang dikenal sebagai Evolusi Konvergen.

Dengan panjang sekitar 40 sentimeter, Breugnathair elgolensis diduga merupakan predator kecil yang memangsa hewan mungil seperti serangga, mamalia awal, atau reptil kecil lainnya. Penemuan ini menegaskan bahwa sejarah evolusi reptil jauh lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya.

Breugnathair bukan sekadar “ular palsu”, melainkan potongan penting dalam teka-teki besar asal-usul ular dan kerabat dekatnya, termasuk biawak modern.

Sumber: UCL News, Nature, ScienceDaily, Live Science, Phys.org



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya