Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Kelopak Mata Dijahit Sementara

Rahmatul Fajri
09/4/2026 11:08
Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Kelopak Mata Dijahit Sementara
Para pegiat hak asasi manusia (HAM), aktivis demokrasi, mahasiswa, dan koalisi masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Abdul Muis, Jakarta, Rabu (8/4/2026).(MI/Usman Iskandar)

TIM medis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkapkan perkembangan terbaru kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, 27, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh anggota TNI. 

Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara menjelaskan bahwa saat ini bola mata korban harus ditutup menggunakan jaringan selaput dan dilakukan penjahitan sementara pada kelopak mata.

"Terkait kondisi mata, saat ini masih dalam tahap penanganan lanjutan. Bola mata ditutup menggunakan jaringan selaput (tenon dan konjungtiva), serta dilakukan penjahitan sementara pada kelopak mata," ujar Yoga melalui keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).

Langkah penjahitan kelopak mata ini diambil oleh tim dokter spesialis oftalmologi untuk melindungi struktur bola mata agar tetap utuh dan mempercepat proses pemulihan. Berdasarkan hasil USG, bagian belakang bola mata Andrie dilaporkan masih dalam kondisi utuh.

"Rencana penutupan mata ini akan dilakukan selama kurang lebih 4 hingga 6 bulan, dengan evaluasi berkala menggunakan USG mata untuk memantau perkembangan secara menyeluruh," tambah Yoga.

Selain penanganan mata, Andrie menjalani operasi cangkok kulit (skin graft) untuk menangani luka bakar di tubuhnya. Pada 7 April 2026, tim bedah plastik melakukan pembersihan jaringan mati (debridement) pada area leher belakang guna mencegah infeksi.

Kondisi Psikologis Stabil

Di samping penanganan fisik yang melibatkan tim multidisiplin, RSCM juga memberikan perhatian pada aspek mental korban. Tim medis menyatakan bahwa kondisi psikologis Andrie saat ini relatif stabil dan sangat kooperatif selama menjalani prosedur perawatan yang berat.

"Pasien mampu beradaptasi dengan situasi yang dihadapi. Kami juga memastikan pendampingan psikologis berjalan rutin, baik kepada korban maupun pihak keluarga," jelas Yoga. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya