Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOALISI Masyarakat Sipil yang terdiri dari berbagai organisasi hak asasi manusia (HAM) seperti Kontras, YLBHI, Imparsial, hingga Amnesty International Indonesia, menuntut pengusutan tuntas aktor intelektual di balik penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus.
Tuntutan ini muncul menyusul penetapan empat tersangka yang merupakan prajurit aktif TNI dari Badan Intelijen Strategis (BAIS). Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya, menegaskan bahwa hukum tidak boleh berhenti hanya pada pelaku lapangan.
"Koalisi Masyarakat Sipil mendesak agar kasus ini diusut secara tuntas hingga ke aktor intelektualnya dan tidak berhenti pada pelaku lapangan," tegas Dimas dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/3).
Koalisi meminta Kepala BAIS Letjen TNI Yudi Abrimantyo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk tidak lepas tangan. Mengingat para pelaku merupakan anggota aktif, pemegang komando tertinggi dianggap bertanggung jawab untuk membuka tabir di balik serangan ini.
Dimas menekankan bahwa pengungkapan aktor intelektual hanya bisa dijamin jika proses hukum dilakukan melalui sistem peradilan umum, bukan peradilan militer.
"Membawa kasus ini ke peradilan militer dikhawatirkan akan menghilangkan severity dan sistematisnya kasus ini. Peradilan militer acap menjadi ruang untuk menutup akuntabilitas atas tindakan pidana umum yang melibatkan anggota TNI," tambah Dimas.
Koalisi memandang serangan brutal ini sebagai ancaman serius bagi demokrasi dan pembela HAM di Indonesia. Mengingat rekam jejak Andrie Yunus yang aktif mengadvokasi revisi UU TNI sejak Februari 2025, Komnas HAM didesak untuk segera melakukan penyelidikan guna menilai adanya dugaan pelanggaran HAM berat.
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto didorong untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen guna menjamin kebenaran kasus ini terungkap tanpa intervensi.
"Ini penting supaya kasus kekerasan dan teror serupa tidak lagi terjadi, sebagai manifestasi dari jaminan ketidakberulangan (non-recurrence)," ungkap Dimas.
(P-4)
Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mendesak sidak berkala dan pembentukan gugus tugas lintas instansi guna mengawasi penjualan bebas air keras.
FAKTA baru terungkap dalam sidang perdana kasus penyiraman cairan kimia terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (29/4/2026).
KETUA Majelis Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto meminta Oditurat Militer II-07 Jakarta untuk mengupayakan kehadiran Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus di persidangan.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) ajukan praperadilan ke PN Jaksel terkait mandeknya penyidikan kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Seorang pria di Rawa Buaya, Cengkareng, menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan di TKP.
Dalam forum tersebut, disampaikan bahwa DPR kini menunggu langkah lanjutan dari pemerintah berupa penerbitan Surat Presiden (Surpres).
MK respons desakan percepatan putusan UU TNI terkait peradilan umum bagi prajurit. Simak penjelasan Pan Mohammad Faiz mengenai kompleksitas perkara nomor 197/2025.
Sejumlah pasal dalam KUHP dan KUHAP baru yang mulai berlaku 2 Januari dinilai bermasalah karena memperluas kewenangan aparat hingga mengkriminalisasi kebebasan berpendapat
Rencana pemberian gelar tersebut dinilai sebagai bentuk pemutihan sejarah kelam yang terjadi di masa Orde Baru.
Koalisi menilai, waktu pembahasan yang tersisa relatif sempit sehingga DPR diminta untuk menjadikannya pembahasan prioritas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved