Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya mengungkap perkembangan kasus penyiraman Aktivis Kontras Andrie Yunus dengan mengungkap wajah dua terduga pelaku. Foto tersebut diambil dari hasil rekaman CCTV dari sejumlah lokasi yang dilintasi oleh terduga pelaku saat mengendari motor seusai kejadian.
"2 orang yang kami tunjukkan tersebut dari satu data polri ini satu inisial BAC, dua inisial MAK," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannudin, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3).
Ia lebih jauh mengatakan terduga pelaku terindentifikasi dengan ciri-ciri fisik pelaku, mulai dari pakaian, helm, dan kendaraan yang digunakan sebelum dan sesudah aksi penyerangan.
“Ini termonitor pelaku belum menggunakan helm. Sudah menggunakan kemeja motif batik warna biru. Dan kalau kita hentikan, kemudian di zoom gambarnya, akan muncul atau tampak kaos yang warna merahnya tadi,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari Breaking News Metro TV, Rabu, (18/3).
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa terduga pelaku kemungkinan ada 4 orang. Lalu, ada pelaku yang diduga terkena cairan air keras. Dua pelaku yang mengendarai motor sempat mengentikan kendaraannya di alan Diponegoro untuk menghilangkan air keras di bagian tubuh yang terkena menggunakan air mineral.
“Diduga mengenai sebagian anggota tubuhnya sehingga mereka berdua mencoba membersihkan dengan air mineral,” ucap Imam.
Iman menjelaskan bahwa pergerakan pelaku terpantau di beberapa titik sejak pukul 17.18 WIB pada Kamis, 12 Maret 2026. Salah satu wajah terduga pelaku bahkan terlihat yang menyiram Andre Yunus.
“Selanjutnya, termonitor juga di video yang kedua. Di video yang kedua terlihat pada pukul 17.18 ini, muncul juga kami bisa menangkap batangan videonya yang menunjukkan wajah dari salah satu eksekutor," kata Imam.
Polisi ikut menemukan sejumlah barang bukti di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), termasuk helm yang diduga dibuang oleh pelaku akibat terkena cairan air keras.
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat. Saat melintas, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga jenis Honda Beat dan mendekati Andrie Yunus dari arah berlawanan. (H-4)
TAUD memprotes pelimpahan penanganan kasus penyerangan air keras terhadap aktivis Andrie Yunus dari Polda Metro Jaya ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
Untuk menjamin objektivitas, Usman mendesak Presiden melibatkan masyarakat sipil dan tokoh berintegritas dalam TPF.
Amnesty International Indonesia mendesak Presiden dan DPR segera membentuk tim pencari fakta (TPF) guna memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.
Jabatan Kabais TNI diserahkan usai kasus penyiraman air keras yang melibatkan anggota Bais. Empat prajurit jadi terduga, proses investigasi masih berlangsung.
PSHK meminta kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS diproses di peradilan umum, bukan militer.
Supremasi hukum harus ditegakkan tanpa harus berkompromi dengan sensitivitas institusional maupun latar belakang korban.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
TIM Advokasi untuk Demokrasi mengkritik permintaan Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta yang meminta korban penyiraman air keras, Andrie Yunus, dihadirkan di sidang militer
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Para terdakwa telah menerima dakwaan yang dibacakan dan memilih untuk tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi.
Terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.
FAKTA baru terungkap dalam sidang perdana kasus penyiraman cairan kimia terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved