Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHKAMAH Konstitusi (MK) mencatat Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) menjadi undang-undang yang paling banyak diuji konstitusionalitasnya sepanjang tahun 2025. Total terdapat 20 permohonan pengujian undang-undang terhadap UU TNI yang masuk dan diuji ke MK.
Ketua MK, Suhartoyo, mengungkapkan tingginya jumlah gugatan tersebut menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap regulasi yang berkaitan dengan sektor pertahanan dan keamanan negara.
“Berkenaan dengan pengujian undang-undang, tercatat bahwa Undang-Undang TNI menjadi undang-undang yang paling banyak diuji konstitusionalitasnya pada tahun ini, yakni sebanyak 20 permohonan,” kata Suhartoyo dalam sidang Pleno Khusus di Gedung MK, Rabu (7/1).
Selain UU TNI, sejumlah UU lain juga tercatat cukup banyak diajukan permohonan uji materi ke MK adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, masing-masing digugat sebanyak 18 kali.
“Disusul Undang-Undang Pemilu sebanyak 18 permohonan, Undang-Undang Kepolisian sebanyak 18 permohonan, kemudian Undang-Undang BUMN sebanyak 11 permohonan, dan Undang-Undang Kementerian Negara sebanyak sembilan permohonan,” ujar Suhartoyo.
Secara rinci, daftar undang-undang yang paling banyak diuji sepanjang 2025 meliputi:
Suhartoyo juga menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Mahkamah Konstitusi telah menggelar total 2.163 persidangan untuk menjalankan tiga kewenangannya.
“Sepanjang tahun 2025, MK menggelar sebanyak 2.163 sidang, terdiri atas 1.093 sidang pengujian undang-undang, dua sidang sengketa kewenangan lembaga negara, serta 1.068 sidang perselisihan hasil pemilihan umum kepala daerah,” jelasnya.
Meski terjadi lonjakan penanganan perkara, Suhartoyo menegaskan kinerja MK tetap terjaga. Ia menyebut rata-rata waktu penyelesaian perkara pengujian undang-undang justru mengalami percepatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Meskipun terdapat lonjakan penanganan perkara tahun ini, MK berhasil meningkatkan penyelesaian permohonan pengujian undang-undang dengan rata-rata waktu 69 hari kerja. Capaian ini lebih cepat dibandingkan tahun 2024 yang rata-rata 71 hari kerja,” pungkasnya. (P-4)
Revisi pasal terkait masa jabatan Kapolri sudah sangat mendesak demi memberikan kepastian hukum dan profesionalisme.
Mereka meminta Polri ditempatkan di bawah Kemendagri agar penyidikan dan penuntutan lebih independen, serta menghindari intervensi politik.
Penempatan anggota Polri aktif dalam jabatan sipil tetap harus merujuk pada UU Polri sebagai aturan yang bersifat khusus.
PEMERINTAH memutuskan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) guna mengatur penugasan anggota Polri di jabatan sipil, alih-alih melakukan revisi terhadap UU Polri
Pasal 28 ayat (3) UU Polri secara tegas menyatakan bahwa anggota Polri hanya dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian.
Mahkamah menilai frasa “kerugian negara” yang tercantum dalam Pasal 20 ayat (5) dan ayat (6) UU Administrasi Pemerintahan tidak dapat dibiarkan tanpa penafsiran yang tegas.
MK menjelaskan bahwa tidak semua jabatan publik bisa diperlakukan sama. Jabatan yang diperoleh melalui pemilihan umum, seperti presiden atau anggota DPR.
Peradilan militer bukan bentuk impunitas, melainkan mekanisme akuntabilitas yang memiliki dasar konstitusional dalam UUD 1945.
Dimas Bagus Arya Saputra, menyoroti praktik peradilan militer dalam sejumlah kasus pelanggaran HAM berat, termasuk kasus penculikan aktivis 1997–1998 oleh Tim Mawar.
Rencana revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu memicu perdebatan hangat mengenai besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold).
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam menyusun RUU Pemilu mematangkan kajian, menghindari adanya gugatan berulang ke MK
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved