Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menjelaskan penegakan HAM telah menjadi spirit penting dalam tata kelola pemberantasan narkotika di Indonesia. Menurutnya, tujuannya tersebut untuk membangun peradaban bangsa.
“Kebetulan dalam Astacita, baik itu nomor satu menyangkut tentang HAM maupun nomor tujuh menyangkut tentang narkotika, sudah menjadi concern (perhatian) Presiden (Prabowo Subianto). Tujuannya adalah membangun peradaban bangsa,” kata Pigai kepada awak Media di Gedung KemenHAM pada Selasa (15/4).
Untuk itu, Pigai mengapresiasi kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukum kepada Kementerian HAM untuk berkonsultasi mengenai permasalahan narkotika yang berkaitan dengan penegakan HAM.
“Kehadiran BNN ke Kementerian HAM kita bicara tentang regulasi pemberantasan narkotika. Kebetulan sedang dalam penyusunan rancangan RUU Narkotika, nanti semangat dan nilai hak asasi manusia akan menjadi salah satu bagian yang menginfus di dalam batang tubuh UU yang akan dihadirkan pada masa yang akan datang,” jelasnya.
Selain itu, Pigai juga menyoroti pentingnya penanganan kasus narkotika kepada para pemakai yang harus berlandaskan pada HAM. Menurutnya, selama 3 tahun terakhir hal tersebut semakin membaik.
“Sebelumnya, terlihat semacam adanya crime control model dan excessive use of power yang berpotensi menyebabkan terjadinya kesalahan-kesalahan dan kelemahan-kelemahan dari sisi human rights. Tapi dengan adanya diskusi ini kemungkinan kita juga akan melakukan pembaharuan,” katanya.
Kendati demikian, Pigai menilai bahwa pelanggaran narkotika tidak termasuk dalam kategori kejahatan paling serius. Dikatakan bahwa hukuman mati untuk perkara narkotika terbukti berdampak tidak proporsional pada individu.
“Jadi kalau ada dalam proses penegakan kecuali hukuman mati ya agak sedikit berdebat karena menurut kami narkotika itu bukan pelanggaran HAM berat, namun bukan juga pelanggaran HAM biasa, tapi disebut specific crime,” ujarnya.
Atas dasar itu, Pigai mengatakan alih-alih mendapat hukuman mati, menurutnya para pengguna narkoba dan sebagian pengedar dengan spesifikasi tertentu sebaiknya direhabilitasi sesuai dengan proses penegakan hak asasi manusia.
“Pemberantasan narkotika juga harus terkontrol dan diisi dan dinilai oleh nilai-nilai hak asasi manusia, karena dia menjadi pelaku dan pengedaran narkotika di tengah umur, setelah itu dia juga bisa disembuhkan. Kriminal itu terjadi dalam separuh umur dia saja, sebagian kecil umurnya,” tandasnya. (Dev/P-3)
Salah satu kasus yang menjadi perhatian utama adalah penanganan perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Dalam aksi tersebut para aktivis menuntut Jaksa Agung menindaklanjuti berkas penyelidikan Komnas HAM terkait kasus-kasus pelanggaran berat HAM
Rullyandi menegaskan prinsip nulla poena sine culpa atau tidak ada pidana tanpa kesalahan.
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengkritik Barat soal kemunafikan HAM dan konflik global, tegaskan Malaysia tetap berpegang pada prinsip keadilan dan kemanusiaan.
Kekhawatiran muncul karena adanya persepsi bahwa seseorang yang memiliki profil kekayaan tidak lazim akan langsung kehilangan asetnya.
Kapolri Listyo Sigit diminta mengusut tuntas secara profesional dan transparan terkait kasus teror terhadap aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut.
Menteri HAM Natalius Pigai siapkan regulasi kuat lindungi aktivis HAM dari kriminalisasi melalui revisi UU HAM untuk kepastian hukum advokasi.
Menteri HAM Natalius Pigai sebut sedang siapkan tim asesor lintas sektor untuk verifikasi status aktivis guna cegah penyalahgunaan perlindungan hukum.
Menteri HAM Natalius Pigai tegaskan kebijakan era Presiden Prabowo tidak memperburuk HAM, justru perkuat posisi Indonesia di Dewan HAM PBB.
MENTERI Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai menegaskan bahwa laporan terhadap akademisi Feri Amsari tidak perlu dibawa ke ranah hukum.
Meskipun di luar negeri, JK memberi perhatian terhadap polemik yang timbul sebagai buntut dari pemotongan video ceramahnya di UGM 5/3 lalu.
Pigai menekankan bahwa konflik antara TNI dan kelompok bersenjata seperti TPNPB tidak boleh mengorbankan masyarakat sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved