Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN teknologi yang masif belakang ini memberikan kemudahan akses terhadap akses informasi yang diterima oleh semua pihak, namun dibalik itu juga ada risiko yang harus diantisipasi. Maraknya informasi yang dapat diakses membuat masyarakat sulit untuk memilah mana informasi yang benar dan informasi bohong.
Ibarat pisau bermata dua, teknologi juga kerap menimbulkan efek samping yang cukup mengkhawatirkan. Misalnya, penggunaan sosial media untuk kampanye melakukan aksi teror yang terus terjadi. Korbannya pun tak pandang bulu, baik yang berpendidikan tinggi maupun rendah bisa terpapar paham radikal yang disebar melalui sosial media.
Solahudin Hartman, pakar terorisme Indonesia yang mewawancarai narapidana terorisme rentang tahun 2002 hingga 2012 menyebut rata-rata pelaku teror membutuhkan waktu 5-10 tahun sejak pertama kali terpapar paham radikal sampai dengan terlibat aksi terorisme.
"Kini teknologi dapat mengubah orang biasa menjadi orang radikal hanya dalam kurun waktu 1 tahun saja. Kelompok teror memandang bahwa radikalisasi online sangat efektif, terlihat dari data kenaikan forum diskusi kelompok ISIS di sosial media dari 180 kali pada 2018 menjadi 335 kali pada 2019. Ini fakta yang mengkhawatirkan!," ujarnya.
Melihat fakta itu, Peace Generation didukung oleh Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2) menyelenggarakan acara K-Hub Fellowship pada, kamis (17/2), sebuah workshop peningkatan kapasitas organisasi perdamaian Indonesia dalam bidang riset data, penulisan kreatif, dan visualisasi konten perdamaian.
Baca juga : Deklarasi Pencapresan La Nyalla Dibubarkan Satpol PP
K-Hub Fellowship merupakan acara bagi aktivis PCVE untuk saling terhubung, berkolaborasi, dan meningkatkan kapasitas diri. Workshop diselenggarakan secara luring (offline) dan eksklusif bagi organisasi mitra K-Hub dengan mengundang para ahli di bidangnya sebagai mentor sehingga dapat memberikan pemahaman utuh terkait optimasi media untuk menyebarkan narasi perdamaian.
Pada gelaran kali ini, K-Hub Fellowship mendatangkan narasumber ahli diantaranya Ismail Fahmi (Founder Drone Emprite), Rahadian Prajna (Eks Wapemred Lokadata & Beritagar), Husein Abdulsalam (Produser Narasi), Nadya Zahwa Noor (Illustrator Tirto) dan Mawa Kresna (Managing Editor Project Multatuli).
Terdapat 28 NGO Perdamaian yang mengikuti acara K-Hub Fellowship 2022 di antaranya Wahid Foundation, PUSAD Paramadina, Indika Foundation, Maarif Institute, dan organisasi lainnya. Harapan dari acara K-Hub Fellowship, para peserta yang merupakan admin, desainer grafis, dan penulis dari NGO perdamaian di Indonesia meningkat kapasitasnya dalam menciptakan konten-koten perdamaian yang berbasis data dengan penyampaian yang kreatif dan menarik bagi khalayak luas.
“K-Hub Fellowship 2022 ini selain untuk peningkatan kapasitas, juga sebagai sarana pertemuan komunitas perdamaian untuk makin erat menarasikan damai dengan keren di media sosial,” Kata Irfan Amalee, Direktur Peace Generation Indonesia.
Sebagai sebuah platform untuk menghubungkan dan memperkuat kolaborasi komunitas masyarakat sipil dan pemerintah, K-Hub berupaya memberikan sumbangsih dalam pencegahan juga penanggulangan ekstremisme kekerasan (PCVE) di Indonesia. Dengan visi untuk memetakan inisiatif PCVE di Indonesia dan membantu organisasi PCVE dalam proses pengambilan keputusan berbasis data melalui layanan digital interaktif yang terpadu. Inisiatif penting K-Hub Fellowship ini perlu dibagikan kepada semua orang untuk mendukung NGO perdamaian dalam menyebarkan konten damai di media sosial. (RO/OL-7)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Serangan bom brutal mengguncang jalan raya Kolombia sebulan sebelum Pilpres. Sebanyak 20 warga sipil tewas dalam ledakan yang diduga didalangi kelompok kriminal.
Setiap hubungan internasional harus dicermati dengan kritis dan penuh kewaspadaan agar tidak berujung pada ketergantungan.
TIM advokasi untuk Demokrasi mendatangi Bareskrim Polri melaporkan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus mendorong pengusutan dengan pasal terorisme
Pakistan puncaki Global Terrorism Index 2026 dengan 1.139 kematian pada 2025. Kelompok TTP jadi aktor paling mematikan di tengah tren penurunan terorisme global.
Ali Larijani peringatkan adanya plot serangan ala 9/11 oleh sisa jaringan Epstein untuk memfitnah Iran. Teheran tegaskan siap balas serangan AS dan Israel.
Persoalan terorisme merupakan kejahatan sipil yang harus ditangani polisi yang tunduk pada hukum sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved