20 Orang Tewas dalam Bom Jalan Raya di Kolombia, Jelang Pilpres yang Memanas

Thalatie K Yani
27/4/2026 03:55
20 Orang Tewas dalam Bom Jalan Raya di Kolombia, Jelang Pilpres yang Memanas
Serangan bom brutal mengguncang jalan raya Kolombia sebulan sebelum Pilpres. Sebanyak 20 warga sipil tewas dalam ledakan yang diduga didalangi kelompok kriminal.(AFP)

ESKALASI kekerasan kembali mengguncang wilayah barat daya Kolombia. Sebuah serangan bom dahsyat di jalan raya utama dilaporkan menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai 36 lainnya. Tragedi ini terjadi hanya satu bulan sebelum negara tersebut menggelar pemilihan presiden pada 31 Mei mendatang.

Gubernur Departemen Cauca, Octavio Guzman, mengonfirmasi jumlah korban tersebut melalui unggahan di media sosial X pada hari Minggu. Ia menyebut insiden ini sebagai serangan paling keji terhadap warga sipil dalam beberapa dekade terakhir. Saking kuatnya ledakan, sebuah kawah sedalam 200 meter kubik terbentuk di lokasi kejadian.

"Ini adalah serangan paling brutal dan kejam terhadap penduduk sipil dalam beberapa dasawarsa," ujar Guzman.

Korban tewas terdiri dari 15 perempuan dan lima pria dewasa. Sementara itu, dari puluhan korban luka, tiga orang masih dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif. Lima anak-anak juga dilaporkan terluka, namun otoritas medis menyatakan kondisi mereka kini telah stabil.

Kronologi Ledakan di Jalur Pan-Amerika

Ledakan masif tersebut terjadi di Jalur Pan-Amerika, sebuah rute vital yang menghubungkan wilayah tersebut. Kekuatan bom menghancurkan bus dan van, bahkan hingga membalikkan beberapa mobil di sekitarnya.

Panglima militer Kolombia, Hugo Lopez, menjelaskan pelaku sengaja menghentikan lalu lintas dengan memblokir jalan menggunakan bus dan kendaraan lain sebelum meledakkan bom.

"Ini adalah serangan teroris terhadap penduduk sipil," tegas Lopez dalam konferensi pers.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengutuk keras serangan tersebut dan menunjuk kelompok pimpinan Ivan Mordisco sebagai dalangnya. Mordisco merupakan buronan paling dicari di Kolombia yang kerap dibanding-bandingkan dengan gembong narkoba legendaris, Pablo Escobar.

"Mereka yang melakukan serangan ini adalah teroris, fasis, dan pengedar narkoba. Saya ingin prajurit terbaik kita menghadapi mereka," tulis Petro di akun X miliknya.

Bayang-bayang Kekerasan di Musim Pemilu

Insiden ini bukanlah kejadian tunggal. Otoritas mencatat ada 26 serangan yang terjadi di departemen Valle del Cauca dan Cauca hanya dalam dua hari terakhir, termasuk ledakan di pangkalan militer di Cali pada hari Jumat sebelumnya.

Isu keamanan kini menjadi pusat perhatian dalam persaingan menuju kursi kepresidenan. Pilpres kali ini dibayangi oleh sejarah kelam kekerasan politik, termasuk pembunuhan kandidat unggulan Miguel Uribe Turbay tahun lalu.

Saat ini, jajak pendapat menunjukkan keunggulan Senator Ivan Cepeda dari sayap kiri. Ia diikuti oleh kandidat sayap kanan Abelardo de la Espriella dan Paloma Valencia yang menjanjikan tindakan tegas terhadap kelompok pemberontak. Mengingat tingginya tensi keamanan, ketiga kandidat tersebut kini berkampanye di bawah pengawalan ketat setelah menerima berbagai ancaman pembunuhan. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya