Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
REGULASI nasional yang masih tumpang tindih tidak memberikan kepastian hukum, rumit, dan berbelit-belit. Itu pun kerap membuat pejabat takut mengambil keputusan. Ironisnya, celah itu tidak jarang dimanfaatkan oleh oknum penegak hukum untuk mengambil keuntungan pribadi dan kelompok.
Mereka memanfaatkan celah regulasi untuk menakuti-nakuti dan bahkan memeras pejabat pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Akibatnya, agenda pembangunan nasional pun terhambat.
Presiden Joko Widodo mencermati benar kondisi itu dan memerintahkan para penegak hukum yang nakal untuk menghentikan praktik pemerasan tersebut.
“Saya sampaikan berkali-kali, jangan pernah memanfaatkan hukum yang tidak sinkron ini, yang belum sinkron ini untuk menakut-nakuti eksekutif, untuk menakut-nakuti pengusaha dan masyarakat. Penyalahgunaan regulasi untuk menakut-nakuti dan memeras inilah yang membahayakan agenda pembangunan nasional,” tegas Presiden saat memberikan sambutan dalam acara Aksi Nasional Pencegahan Korupsi secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin.
Presiden menegaskan bahwa ia tidak akan menoleransi aparat penegak hukum yang memanfatkan kerumitan regulasi untuk menciptakan ketakutan bagi pengambil kebijakan. Presiden menyebut oknum semacam itu sebagai musuh negara.
Untuk menghilangkan celah regulasi yang dapat dimanfaatkan oknum penegak hukum, Presiden menyebutkan pemerintah terus melakukan sinkronisasi regulasi berkelanjutan. Salah satunya melalui omnibus law.
Di lain sisi, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengaku KPK sesungguhnya ‘menangis’ tatkala menangkap pejabat negara yang melakukan tindak pidana korupsi.
“KPK bersedih karena bagaimanapun mereka bagian dari pemimpin bangsa. Ketika kian banyak ditangkapi, sesungguhnya wajah dan reputasi bangsa menjadi runtuh, itu yang kami tidak inginkan,” ujar Ghufron, kemarin.
Aksi nyata
Direktur Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada, Oce Madril, menyambut baik peringatan Presiden kepada penegak hukum tersebut. Lebih dari itu, Oce mendorong agar Presiden segera menindak tegas penegak hukum yang nakal.
“Bagus kalau Pak Jokowi menyadari hal itu. Sebenarnya sejak periode yang lalu, beliau sudah menyuarakan hal yang sama. Cuma problemnya kan actionnya,” ucap Oce saat dihubungi, kemarin.
Oce mengaku ia masih menunggu aksi nyata dari Presiden untuk menindak penegak hukum yang nakal tersebut. Menurut dia, jika hanya didengungkan, peringatan Presiden itu tidak akan terlalu berdampak.
“Dikhawatirkan, nanti malah pernyataan Presiden itu sudah tidak lagi memiliki kewibawaan karena akan dianggap hanya formalitas di dalam kesempatan-kesempatan tertentu,” imbuhnya.
Presiden, masih menurut Oce, dapat mereformasi birokrasi di dalam lembaga penegak hukum untuk memberantas praktik pemerasan oleh para oknum, khususnya dari sisi sumber daya manusia, tata kelola, dan pengawasannya. (Rif/Ant/X-6)
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti persoalan Stadion Barombong jika ditemukan bukti awal adanya dugaan tindak pidana korupsi.
MK menjelaskan bahwa tidak semua jabatan publik bisa diperlakukan sama. Jabatan yang diperoleh melalui pemilihan umum, seperti presiden atau anggota DPR.
Bantuan keuangan partai politik dari negara (Banpol) saat ini masih sangat minim, bahkan tidak mencapai dua persen dari total kebutuhan partai.
Penilaian itu merespons temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencatat sedikitnya 371 politisi terjerat kasus korupsi sejak era reformasi.
Selain aspek keuangan, Doli menekankan pentingnya pembaruan sistem kaderisasi partai agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Partai politik telah memiliki aturan main sendiri yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Dudung juga membuka kemungkinan melakukan inspeksi mendadak (sidak) jika ditemukan program yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau biasa disapa KDM mengatakan jajarannya sudah menerapkan work from home atau WFH
Presiden Prabowo Subianto disebut akan mengambil langkah tegas untuk membersihkan birokrasi dan sektor swasta dari oknum-oknum bermasalah yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi.
Menurut Fauzan, wacana pembentukan kementerian khusus yang membawahi kepolisian justru berisiko menambah kerumitan birokrasi.
Pengalaman para relawan di lapangan kebencanaan menunjukkan bahwa penanganan bencana banjir Sumatra kali ini kembali memperlihatkan satu masalah mendasar.
Di tengah turbulensi sosial, geopolitik, dan perkembangan teknologi, institusi publik perlu memperbarui pendekatan tata kelola.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved