Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa angkat bicara terkait cicitan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli bahwa TNI AD melalui Babinsa memiliki data hasil pemilu atau lembar surat suara formulir C1. Pihaknya membantah memiliki data hasil Pemilu 2019 seperti yang diucapkan Rizal Ramli.
"Tidak benar kalau kami memiliki hasil pemilu. Bagaimana kami memiliki hasil, penghitungannya saja masih berlangsung. Apalagi kalau kami dikatakan memiliki data formulir C1. Itu tidak benar," ujar Andika kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
Ia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas anggota TNI aktif yang diduga menyebarkan berita bohong. Apalagi dalam cicitan tersebut disebutkan seorang perwira menengah TNI-AD berpangkat letnan kolonel yang mengutarakan kemenangan salah satu capres berdasarkan laporan para Babinsa. "Kita akan memproses hukum. Jika dia anggota TNI-AD aktif akan diproses," tegasnya.
Andika menegaskan anggota TNI yang diduga menyebarkan informasi bohong itu telah mencoreng institusi dan merusak kepercayaan masyarakat. Padahal rekapitulasi suara secara resmi hanya dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan masih berlangsung. "Tidak benar bahwa Babinsa (Badan Pembinaan Desa) memiliki data karena kami tidak ditugaskan untuk mendata," ucap Andika.
Ia menegaskan, tugas prajurit TNI-AD dalam perhelatan pesta demokrasi ialah membantu Polri untuk melakukan pengamanan. Tugas tersebut berlaku dari masa kampanye, masa tenang, distribusi logistik, hingga tahapan pemilu tuntas.
Mengenai cicitan Rizal, tambahnya, TNI-AD tidak punya kapasitas untuk menempuh langkah lebih jauh. Alasannya, Rizal merupakan warga sipil dan pihaknya tidak berhak menindak pihak yang berada di luar institusi tersebut. "Jadi, kepada tokoh bangsa itu, bukan menjadi kewenangan kami. Saya menyatakan tidak akan melakukan apa pun kepada Pak RR. Tetapi, terhadap yang diduga letkol TNI-AD ini pasti kami proses hukum karena dia berada di dalam kewenangan kami," tandasnya.
Sebelumnya, eks Menko Maritim Rizal Ramli mengaku telah menerima informasi penting dari TNI-AD terkait hasil Pemilu 2019. Informasi yang diterimanya dari seorang letkol TNI-AD. "Datang seorang Letkol (TNI) AD, 'Pak, ini sudah kebangetan, laporan-laporan babinsa, PS (Prabowo Subianto) sudah menang. Bahkan di kompleks Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden)!" tulis Rizal melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (5/5). (Gol/P-3)
Serangan terhadap personel yang menjalankan mandat tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan internasional yang berlaku.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Pihaknya telah melakukan serangkaian langkah sejak pertengahan Maret untuk mendalami kasus tersebut.
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved