Banyumas Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Rusia di Sektor Kesehatan dan Energi

Lilik Darmawan
14/4/2026 08:25
Banyumas Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Rusia di Sektor Kesehatan dan Energi
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (tengah) bersama Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov (kiri) .(MI/Lilik Darmawan-HO/Pemkab Banyumas)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, terus memperluas jejaring internasional guna mengakselerasi pembangunan daerah. Langkah terbaru diambil melalui penjajakan kolaborasi strategis dengan Pemerintah Federasi Rusia yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, hingga energi bersih.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, melakukan pertemuan resmi dengan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, di Kedutaan Besar Rusia, Jakarta, Senin (13/4). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif yang telah dibangun sejak awal 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Sadewo didampingi oleh jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banyumas serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Pihak Rusia dilaporkan memberikan respons positif terhadap berbagai tawaran investasi yang diajukan. “Responsnya sangat baik. Mereka tertarik pada pembangunan rumah sakit, kerja sama pendidikan, dan pengembangan mikrohidro,” ujar Sadewo.

Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan
Sektor kesehatan menjadi prioritas utama, terutama dalam mendukung wacana pemekaran wilayah Banyumas dan Purwokerto. Rencananya, sebuah rumah sakit modern akan dibangun di atas lahan seluas dua hektare milik pemerintah daerah dengan kapasitas 100 kamar. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp150 miliar.

Dalam skema kerja sama ini, Pemkab Banyumas menyediakan lahan, sementara Rusia diharapkan berkontribusi pada penyediaan peralatan medis mutakhir dan infrastruktur kesehatan berstandar internasional.

Di bidang pendidikan, Pemkab mendorong kolaborasi antara Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan institusi pendidikan tinggi di Rusia. Program ini mencakup beasiswa dan pertukaran pelajar, serta pengembangan kapasitas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Program ini tidak hanya untuk pelajar, tetapi juga ASN, sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM melalui akses pendidikan global,” tambah Sadewo.

Energi Bersih dan Konektivitas Infrastruktur
Selain SDM, delegasi Rusia menunjukkan ketertarikan pada pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Potensi sumber daya air yang melimpah di Banyumas dinilai strategis untuk mendukung kemandirian energi dengan potensi daya mencapai 3,5 megawatt.

Di sisi lain, Sadewo juga memaparkan sejumlah proyek infrastruktur skala besar untuk menarik minat investor global, antara lain:

  •     Jalan Tol Pejagan–Cilacap: Sepanjang 95 kilometer dengan estimasi investasi Rp27 triliun.
  •     Kawasan Industri UKM: Lahan seluas 280 hektare di dekat jalur tol.
  •     Integrated City Planning (ICP): Pengembangan Kota Baru Gerilya Sudirman, kawasan pendidikan Unsoed, Kota Lama Banyumas, hingga wisata Baturraden dengan nilai investasi triliunan rupiah.

“Pengembangan kawasan terintegrasi ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Banyumas dalam menciptakan pusat pertumbuhan baru berbasis pendidikan, teknologi, dan pariwisata,” jelasnya.

Peningkatan Ekonomi dan Lingkungan
Upaya ini juga diharapkan mampu mendongkrak kinerja perdagangan daerah. Sebagai catatan, nilai ekspor Banyumas pada 2025 tercatat mencapai Rp1,6 triliun. Kerja sama dengan Rusia diproyeksikan dapat membuka akses pasar baru di kawasan Eropa Timur.

Pada aspek lingkungan, Pemkab berencana menambah 15 unit mesin pengolahan sampah berkapasitas 15 ton per hari guna memperkuat tata kelola limbah daerah. Sebagai bagian dari diplomasi budaya, muncul pula rencana pendirian pusat kebudayaan Rusia di Banyumas untuk mempererat hubungan antarmasyarakat (human-to-human). (LD/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya