Impor Minyak Rusia 150 Juta Barel, Hashim Sebut RI Dapat Harga Khusus

Media Indonesia
25/4/2026 21:34
Impor Minyak Rusia 150 Juta Barel, Hashim Sebut RI Dapat Harga Khusus
Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberikan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Utama kepada Hashim Djojohadikusumo di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025).(. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.)

INDONESIA mengamankan pasokan 150 juta barel minyak dan membelinya dari Rusia dengan harga khusus. Itu dilakukan setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia, beberapa waktu lalu. demikian disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo.

“Indonesia kini telah memperoleh komitmen dari pemerintah Rusia 150 juta barel yang dapat kami simpan di dalam negeri untuk mengantisipasi potensi gejolak ekonomi,” ujarnya dalam acara Economic Briefing 2026, dikutip Sabtu (25/4).

Hashim menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut merupakan hasil dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia pada Senin (13 April). Selama kunjungan tersebut, Prabowo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama tiga jam.

Dalam pertemuan tersebut, kata Hashim, Rusia awalnya setuju untuk segera memasok 100 juta barel minyak ke Indonesia dengan harga khusus.

Jika Indonesia membutuhkan pasokan tambahan, tambahnya, Rusia akan menambah volume sebesar 50 juta barel lagi untuk membantu Indonesia mengatasi gejolak ekonomi.

“Jadi dia (Prabowo) tidak pergi ke Moskow untuk bersantai. Dia pergi ke Moskow, bertemu Presiden Putin selama tiga jam, dan mendapatkan komitmen dari Presiden Putin,” katanya.

Dengan demikian, Rusia telah menjadi pemasok energi alternatif bagi Indonesia di tengah krisis energi global yang sedang berlangsung yang dipicu oleh konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Seperti diberitakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan agar minyak mentah yang diimpor dari Rusia dapat mulai tiba di Indonesia mulai April 2026.

Sementara itu, ia mengatakan bahwa proses pembelian LPG, termasuk persentasenya terhadap kebutuhan dalam negeri, masih dalam tahap finalisasi. Pembelian 150 juta barel minyak dari Rusia merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan keandalan pasokan energi di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu.  (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya