Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan gelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) dilakukan Senin (13/4) menyasar 129 ribu anak setelah temukan 14 orang positif penyakit campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Kasus tersebut, meningkat sejak Januari hingga April 2026 tercatat 122 suspek dan kini sejumlah pasien harus mendapat perawatan di ruang isolasi.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk, Kabupaten Tasikmalaya, Otong Kusmana mengatakan, kasus campak yang terjadi sejak Januari hingga April meningkat dan menemukan 122 kasus suspek dan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar tercatat 14 orang positif campak. Namun, kasus campak yang terjadi karena adanya peningkatan cukup signifikan.
"Di Kabupaten Tasikmalaya penyebaran kasus campak meningkat berada di Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari dan Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang hingga kini status masuk kejadian luar biasa (KLB). Kasus campak di Kabupaten Tasikmalaya ditemukan setelah menerima laporan dari petugas Puskesmas hingga mereka ditangani ditempatkan di ruang isolasi rumah sakit," ujar Otong Kusmana, Minggu (12/4/2026)
Menurut Otong, kasus penyakit campak di wilayahnya masih mengalami peningkatan cukup signifikan meski dari kasus tersebut tidak ada angka kematian dan sekarang ini statusnya masuk kejadian luar Biasa (KLB). Dinas Kesehatan, Puskesmas, Posyandu mulai besok Senin (13/4) akan menggelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI).
"Kabupaten Tasikmalaya masuk status kejadian luar biasa (KLB) campak setelah ditemukan 122 kasus suspek di beberapa Kecamatan seperti Sukaratu ada 1 kasus dan Dinkes sudah mengirimkan kembali sample ke Laboratorium Labkesda Provinsi Jabar dan hasilnya masih nenunggu. Akan tetapi, ditemukan kasus campak di Kabupaten Tasikmalaya karena masih banyak balita belum pernah di vaksin," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Heru Suharto mengatakan, kasus campak yang terjadi di wilayahnya memang meningkat signifikan dan untuk sekarang ini petugas kesehatan tengah menangani beberapa pasien yang dirawat di ruang isolasi rumah sakit. Akan tetapi, kasus campak paling banyak berada di Kecamatan Leuwisari dan Kecamatan Padakembang statusnya masuk kejadian luar bisa (KLB).
"Dinas Kesehatan bersama Puskesmas dan posyandu di Kabupaten Tasikmalaya mulai besok Senin-Jumat (13-17/4) akan melaksanakan imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) menyasar 129.000 anak dilakukan secara serentak guna menekan penyebaran kasus penyakit campak. Karena, kasus yang ditemukan tercatat ada 122 orang suspek campak," pungkasnya. (H-2)
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Pada tahap pertama imunisasi tersebut mencakup 404 orang dan tahap kedua mencakup 599 orang.
Peningkatan kasus suspek campak di Indonesia pada awal 2026 menjadi pengingat bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Kekebalan kelompok (herd immunity) di DIY terbilang tinggi karena vaksinasi MR dosis pertama di DIY mencapai 98 persen dan dosis kedua sekitar 96 persen.
Dinas Kesehatan Aceh menyatakan kekhawatiran mendalam atas fenomena "zero dose" atau anak yang sama sekali belum tersentuh vaksinasi ini.
Dinas Kesehatan, Puskesmas tengah menggelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) dan sekarang baru mencapai 39.189 anak atau 40,31 persen.
Kasus campak 2026 meningkat. Simak kiat dr. Attila Dewanti cegah penularan campak pada bayi di bawah 9 bulan melalui PHBS dan asupan Vitamin D.
SEBANYAK dua pasien campak yang dirawat di RSD Gunung Jati, Kota Cirebon meninggal dunia. Menghindari penularan, pasien campak dipisahkan dengan pasien lainnya.
Kasus campak di Depok melonjak, dengan 1.365 kasus hingga April 2026. RSUI imbau masyarakat tingkatkan imunisasi dan deteksi dini untuk pencegahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved