Krisis Imunisasi di Aceh: 281 Ribu Anak Belum Pernah Divaksin, Risiko Penyakit Berbahaya Mengintai

Media Indonesia
18/4/2026 11:15
Krisis Imunisasi di Aceh: 281 Ribu Anak Belum Pernah Divaksin, Risiko Penyakit Berbahaya Mengintai
Ilustrasi(Dok Dinas Kesehatan Aceh)

Kondisi kesehatan anak-anak di Provinsi Aceh berada dalam tingkat kewaspadaan tinggi. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 281 ribu anak di Tanah Rencong dilaporkan belum pernah mendapatkan imunisasi dasar lengkap dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hal ini menempatkan Aceh pada risiko tinggi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas fenomena "zero dose" atau anak yang sama sekali belum tersentuh vaksinasi ini.

"Ada sekitar 281 ribu anak di Aceh yang dalam lima tahun terakhir belum pernah diimunisasi sama sekali. Ini adalah tantangan besar bagi kita semua untuk melindungi generasi mendatang dari lumpuh layu, campak, hingga difteri," ujar dr. Iman Murahman.

Rendahnya cakupan ini terlihat jelas pada data tahunan. Bahkan, statistik menunjukkan bahwa dua dari tiga bayi di Aceh saat ini belum mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap. Kondisi ini membuat mereka sangat rentan terserang berbagai penyakit berbahaya yang seharusnya bisa dicegah sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, menekankan bahwa imunisasi merupakan hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua dan pemerintah untuk memastikan tumbuh kembang yang sehat.

"Dua dari tiga bayi di Aceh belum diimunisasi. Mereka sangat rentan terserang penyakit berbahaya seperti polio, campak, rubella, dan difteri. Tanpa perlindungan imunisasi, anak-anak kita berada dalam ancaman serius yang bisa berdampak pada kecacatan permanen hingga kematian," tegas dr. Hanif.

Berbagai faktor ditengarai menjadi penyebab rendahnya angka capaian ini, mulai dari kurangnya pemahaman masyarakat, hambatan akses, hingga isu hoaks mengenai keamanan vaksin yang masih beredar luas di tengah masyarakat Aceh.

Pihak Dinas Kesehatan Aceh pun terus menggencarkan sosialisasi dan mengajak seluruh lapisan masyarakat, tokoh agama, serta perangkat desa untuk kembali menghidupkan program imunisasi di posyandu-posyandu terdekat. Pemerintah berharap kesadaran kolektif dapat meningkat demi mencegah munculnya wabah penyakit menular yang dapat melumpuhkan masa depan anak-anak Aceh.

"Imunisasi bukan hanya soal kesehatan individu, tapi soal ketahanan kesehatan daerah," tutup dr. Hanif dalam imbauannya kepada para orang tua di seluruh kabupaten/kota di Aceh. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya