Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kondisi kesehatan anak-anak di Provinsi Aceh berada dalam tingkat kewaspadaan tinggi. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 281 ribu anak di Tanah Rencong dilaporkan belum pernah mendapatkan imunisasi dasar lengkap dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hal ini menempatkan Aceh pada risiko tinggi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas fenomena "zero dose" atau anak yang sama sekali belum tersentuh vaksinasi ini.
"Ada sekitar 281 ribu anak di Aceh yang dalam lima tahun terakhir belum pernah diimunisasi sama sekali. Ini adalah tantangan besar bagi kita semua untuk melindungi generasi mendatang dari lumpuh layu, campak, hingga difteri," ujar dr. Iman Murahman.
Rendahnya cakupan ini terlihat jelas pada data tahunan. Bahkan, statistik menunjukkan bahwa dua dari tiga bayi di Aceh saat ini belum mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap. Kondisi ini membuat mereka sangat rentan terserang berbagai penyakit berbahaya yang seharusnya bisa dicegah sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, menekankan bahwa imunisasi merupakan hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua dan pemerintah untuk memastikan tumbuh kembang yang sehat.
"Dua dari tiga bayi di Aceh belum diimunisasi. Mereka sangat rentan terserang penyakit berbahaya seperti polio, campak, rubella, dan difteri. Tanpa perlindungan imunisasi, anak-anak kita berada dalam ancaman serius yang bisa berdampak pada kecacatan permanen hingga kematian," tegas dr. Hanif.
Berbagai faktor ditengarai menjadi penyebab rendahnya angka capaian ini, mulai dari kurangnya pemahaman masyarakat, hambatan akses, hingga isu hoaks mengenai keamanan vaksin yang masih beredar luas di tengah masyarakat Aceh.
Pihak Dinas Kesehatan Aceh pun terus menggencarkan sosialisasi dan mengajak seluruh lapisan masyarakat, tokoh agama, serta perangkat desa untuk kembali menghidupkan program imunisasi di posyandu-posyandu terdekat. Pemerintah berharap kesadaran kolektif dapat meningkat demi mencegah munculnya wabah penyakit menular yang dapat melumpuhkan masa depan anak-anak Aceh.
"Imunisasi bukan hanya soal kesehatan individu, tapi soal ketahanan kesehatan daerah," tutup dr. Hanif dalam imbauannya kepada para orang tua di seluruh kabupaten/kota di Aceh. (H-2)
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
Campak bukan sekadar ruam biasa. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia hingga ensefalitis. Simak gejala dan pencegahannya.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat soroti lonjakan kasus campak di Indonesia. Ia menekankan pentingnya imunisasi lengkap untuk mencegah risiko penyakit menular.
Dinkes Berau ingatkan pentingnya imunisasi dasar lengkap untuk cegah penyakit berbahaya dan lindungi anak sejak dini.
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari IDAI yang diperbarui pada 2024.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Pada tahap pertama imunisasi tersebut mencakup 404 orang dan tahap kedua mencakup 599 orang.
Peningkatan kasus suspek campak di Indonesia pada awal 2026 menjadi pengingat bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Kekebalan kelompok (herd immunity) di DIY terbilang tinggi karena vaksinasi MR dosis pertama di DIY mencapai 98 persen dan dosis kedua sekitar 96 persen.
Dinas Kesehatan, Puskesmas tengah menggelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) dan sekarang baru mencapai 39.189 anak atau 40,31 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved