Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan DIY mencatat 112 kasus campak ditemukan di DIY hingga April 2026. Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi menyebut, salah satu penyebabnya adalah pergerakan masyarakat yang masif ke Yogyakarta pada masa liburan dan Lebaran,
"Data 6 April kemarin sekitar 112 kasus dari sebelumnya sekitar 96 kasus," ungkap dia. Merespon hal tersebut, pihaknya pun terus melakukan pemantauan ketat, yang salah satunya lewat Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
Kekebalan kelompok (herd immunity) di DIY terbilang tinggi karena vaksinasi MR dosis pertama di DIY mencapai 98 persen dan dosis kedua sekitar 96 persen. Hingga saat ini tidak ada kasus campak yang menyebabkan kematian di DIY.
Sebelumya, Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. H. M. Bambang Edi Susyanto, Sp.A., M.Kes, menilai, kasus campak di DIY masih dapat dikendalikan dan terus dipantau.
Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya kasus campak adalah masih adanya anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Kondisi ini diperparah dengan adanya penundaan imunisasi selama masa pandemi serta keraguan sebagian masyarakat terhadap vaksinasi.
“Faktor utama biasanya adalah cakupan imunisasi yang belum merata. Masih ada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, ditambah adanya penundaan imunisasi pada masa pandemi, serta sebagian orang tua yang masih ragu terhadap vaksinasi," ungkap dia.
Ketika ada kelompok anak yang tidak terlindungi atau tidak tervaksinasi, virus campak akan sangat mudah menyebar karena penyakit ini memang sangat menular.
Campak, lanjut dia, memiliki gejala awal yang sering kali menyerupai penyakit infeksi lainnya. Gejala tersebut biasanya dimulai dengan demam tinggi yang disertai batuk, pilek, serta mata merah. Setelah beberapa hari, muncul ruam kemerahan pada kulit yang biasanya bermula dari wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
“Campak juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi, terutama pada bayi dan anak dengan daya tahan tubuh yang rendah. Komplikasi tersebut dapat berupa infeksi saluran pernapasan, dehidrasi, diare berat, hingga gangguan pada sistem kekebalan tubuh,” terang dia.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat dapat dicegah. Upaya pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi campak, baik vaksin MR maupun MMR, yang diberikan secara lengkap dan tepat waktu kepada anak.
Edukasi kepada masyarakat untuk mengatasi berbagai misinformasi mengenai vaksin sangat penting dilakukan. Menurutnya, pemerintah bersama tenaga kesehatan terus melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran seperti puskesmas, posyandu, sekolah, hingga media.
“Strateginya adalah memberikan edukasi secara konsisten kepada masyarakat. Pemerintah dan tenaga kesehatan bekerja melalui puskesmas, rumah sakit, posyandu, serta sekolah untuk menyampaikan informasi yang benar mengenai manfaat dan keamanan imunisasi," tutup dia. (H-2)
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Pada tahap pertama imunisasi tersebut mencakup 404 orang dan tahap kedua mencakup 599 orang.
Peningkatan kasus suspek campak di Indonesia pada awal 2026 menjadi pengingat bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan Aceh menyatakan kekhawatiran mendalam atas fenomena "zero dose" atau anak yang sama sekali belum tersentuh vaksinasi ini.
Dinas Kesehatan, Puskesmas tengah menggelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) dan sekarang baru mencapai 39.189 anak atau 40,31 persen.
IMUNISASI disebut sebagai langkah paling efektif dalam mencegah dan menekan penyebaran campak, terutama pada anak usia balita.
Kemenkes dan Pemprov Aceh mengimunisasi 15.128 tenaga kesehatan untuk mencegah penularan campak.
IDAI menekankan pentingnya imunisasi masif untuk mengatasi lonjakan kasus campak dan polio di Indonesia sebagai penyakit yang muncul kembali.
Pemkab Deli Serdang mengoptimalkan imunisasi kejar campak melalui layanan puskesmas dan posyandu guna mencegah kasus secara berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved