Masuk Status KLB, Dinkes Tasikmalaya Gencar Imunisasi Campak Libatkan 40 Puskesmas

Kristiadi
15/4/2026 22:02
Masuk Status KLB, Dinkes Tasikmalaya Gencar Imunisasi Campak Libatkan  40 Puskesmas
Ilustrasi(Dok Dinkes Tasikmalaya)

DINAS Kesehatan Tasikmalaya gelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) secara serentak dengan melibatkan 40 Puskesmas menyasar 129 ribu anak setelah menemukan 14 orang positif penyakit campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Kasus tersebut, meningkat sejak Januari hingga April 2026 tercatat 122 suspek dan kini imunisasi campak baru mencapai 39.189 anak atau 40,31 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk, Kabupaten Tasikmalaya, Otong Kusmana mengatakan, meningkatnya kasus campak yang terjadi di wilayahnya tengah gencar melakukan imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) dengan melibatkan 40 puskesmas. Namun, kasus campak terjadi sejak Januari hingga April meningkat hingga temukan 14 orang positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar.

"Penyebaran kasus campak meningkat berada di Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari dan Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang hingga kini status masuk kejadian luar biasa (KLB). Kasus campak di Kabupaten Tasikmalaya ditemukan setelah menerima laporan dari petugas Puskesmas ada 122 suspek hingga imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) dilakukan secara serentak tujuannya guna menekan penyebaran kasus," ujar Otong Kusmana, Rabu (15/4/2026).

Menurut Otong, kasus penyakit campak di wilayahnya masih mengalami peningkatan cukup signifikan meski dari kasus tersebut tidak ada angka kematian dan sekarang ini statusnya masuk kejadian luar Biasa (KLB). Akan tetapi, Dinas Kesehatan, Puskesmas tengah menggelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) dan sekarang baru mencapai 39.189 anak atau 40,31 persen.

"Kabupaten Tasikmalaya masuk status kejadian luar biasa (KLB) campak setelah ditemukan 122 kasus suspek dan Dinkes secara bertahap mengirimkan kembali sample ke Laboratorium Labkesda Provinsi Jabar hingga hasilnya masih nenunggu. Namun, imunisasi campak sekarang telah berjalan dilakukan secara door to door dengan melibatkan petugas puskesmas," katanya.

Menurutnya, imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) yang dilakukan secara serentak tersebut melibatkan puskesmas, posyandu dan Kantor Desa terutama menentukan titik lokasi imunisasi bagi anak-anak. Akan tetapi, anak atau balita yang tidak hadir di titik tersebut petugas Puskesmas turun melakukukan langkah door to door agar mereka mendapat imunisasi campak.

"Dinkes Kabupaten Tasikmalaya selama ini akan gencar melakukan imunisasi campak dengan target sasaran 129 ribu anak di 351 Desa yang tersebar 39 Kecamatan. Karena, imunisasi campak harus dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh termasuk menekan agar kasus penyebaran campak tidak membludak dan dapat ditekan meski wilayahnya masuk dalam status kejadian luar biasa (KLB)," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya