Waspada! Kasus Campak di Depok Melonjak, Ini Cara Pencegahannya

Kisar Rajagukguk
15/4/2026 16:02
Waspada! Kasus Campak di Depok Melonjak, Ini Cara Pencegahannya
Kasus Campak di Kota Depok.(Freepik)

Kasus campak sedang meningkat di Kota Depok, Jawa Barat, dengan tercatat 1.365 kasus pada April 2026, menurut data Dinas Kesehatan Kota Depok.

Menanggapi hal tersebut, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi dan deteksi dini.

"Penularan penyakit campak, yang disebabkan oleh virus Morbillivirus, sangat tinggi dan bisa menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak dan individu dengan daya tahan tubuh rendah," ujar Dr. Shofa Nisrina Luthfiyani, Dokter Spesialis Anak RSUI, Rabu (15/4/2026).

Campak masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang perlu diwaspadai. Berdasarkan data global dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan tertinggi di dunia.

Di Indonesia, kasus campak masih ditemukan setiap tahun. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan puluhan ribu kasus suspek campak terjadi pada tahun 2025 hingga April 2026.

Dr. Shofa Nisrina menjelaskan, campak umumnya diawali dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Dalam beberapa hari, ruam kemerahan akan muncul, dimulai dari wajah dan telinga, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Tanda khas lainnya adalah munculnya bercak putih di dalam mulut atau bercak Koplik.

Penularan campak terjadi melalui percikan saluran pernapasan (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Virus ini juga dapat bertahan di udara dan pada permukaan benda dalam waktu tertentu, meningkatkan risiko penularan.

Kelompok yang berisiko tinggi terkena campak antara lain anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi, orang dewasa yang belum pernah divaksin, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

"Bila tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare, infeksi telinga, hingga radang otak (ensefalitis)," jelas Dr. Shofa.

Upaya pencegahan yang paling efektif adalah melalui imunisasi Measles, Mumps, dan Rubella (MMR). Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit, menghindari kontak dengan penderita, dan menjaga daya tahan tubuh.

Masyarakat yang mengalami gejala seperti demam tinggi lebih dari 3 hari, ruam yang menyebar luas, sesak napas, atau penurunan kesadaran diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"RSUI menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan penyakit infeksi, termasuk campak, dengan dukungan tenaga medis profesional serta fasilitas diagnostik yang memadai," tutupnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya