Besok Hari Pertama Jawa Tengah Laksanakan WFH, Aplikasi Disiapkan

Akhmad Safuan
09/4/2026 22:10
Besok Hari Pertama Jawa Tengah Laksanakan WFH, Aplikasi Disiapkan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama para pejabat Pemprov Jawa Tengah mulai berangkat bekerja dengan bersepeda Kamis (9/4/2026) sebagai program penghematan energi dan anggaran.(MI/Akhmad Safuan)

JELANG pelaksanaan Work From Home (WFH), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai melakukan berbagai persiapan, terutama penyiapan sarana dan prasarana. Contohnya aplikasi bagi pegawai dalam pelaksanaan bekerja di rumah tersebut.

Pemantauan Media Indonesia, Kamis (9/4) Pemrov Jawa Tengah akan mulai melaksanakan Work From Home (WFH) pada Jumat (10/4) sebagai program penghematan energi dan menekan anggaran. Selain itu, dipersiapkan perangkat hingga program pengawasan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan PPPK yang bekerja di rumah.

Meskipun bekerja di rumah, ribuan ASN maupun PPPK di Jawa Tengah tetap diwajibkan bekerja pada pagi pukul 06.00–08.00 WIB dan sore pukul 14.00–16.00 WIB dan tidak perlu berangkat ke kantor dengan titik koordinat yang diatur Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang dapat dimonitor dari aplikasi yang telah disiapkan.

"Seperti pemerintah pusat, Pemprov Jawavmenerapkan WFH satu kali dalam sepekan, yakni setiap Jumat dengan aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Kepegawaian (Sinaga) digunakan seluruh ASN maupun PPPK," kata Asisten Administrasi Sekda Jawa Tengah Dhoni Widianto.

Menurut Dhoni, komposisi pegawai yang menjalankan WFH dan work from office (WFO) diatur oleh kepala perangkat daerah, seperti jabatan pimpinan tinggi madya dan pratama, unit layanan dan operasional pada DPMPTSP, rumah sakit daerah, laboratorium kesehatan, Balai Kesehatan Masyarakat, satuan pendidikan, unit pelayanan pendapatan daerah (Samsat) dan  unit kerja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Selain pengaturan WFH, Pemprov Jateng juga mengatur pilihan transportasi ASN ke kantor guna menghemat bahan bakar minyak (BBM), seperti pegawai yang tinggal sekitar 1,5 kilometer dari kantor dianjurkan berjalan kaki. ASN dengan jarak tempat tinggal hingga 10 kilometer disarankan menggunakan sepeda kayuh atau sepeda listrik.

Pegawai saat melaksanakan WFO, lanjut Dhoni Widianto, diperbolehkan menggunakan angkutan umum dengan mempertimbangkan jarak, waktu tempuh dan ketersediaan layanan. 

“Skema lain, jika beberapa ASN tinggal berdekatan, dapat menggunakan ride sharing atau carpooling untuk berangkat bersama,” tambahnya.

Hemat Rp3,5 Miliar 

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemberlakuan WFH di Jawa Tengah terhadap sekitar 62 ribu orang ASN yang dimulai pada Jumat besok tersebut dapat menghemat anggaran hingga Rp3,5 miliar per bulan.

"Jadi jika satu bulan untuk seluruh ASN di Jawa Tengah yang berjumlah sekitar 62 ribu  orang melaksanakan WFH maka bisa sekitar Rp3,5 miliar," ujar Ahmad Luthfi.

Namun, WFH tidak diberlakukan di semua organisasi perangkat daerah (OPD), lanjut Ahmad Luthfi, karena khusus pelayanan yang bersentuhan dengan masyarakat tetap akan melaksanakan WFO seperti rumah sakit, pelayanan perizinan, kemudian Satpol PP untuk keamanan, dan lain sebagainya.

Selain pelaksanaan WFH, demikian Ahmad Luthfi, dalam rangka penghematan anggaran dan energi ini, Pemprov Jawa Tengah juga menekan menggunakan air dan listrik, karena hal ini tidak kalah pentingnya dalam upaya tersebut. "Begitu setiap kantor selesai, maka ada yang mengoordinasi piket kontrol matikan listrik dan air," imbuhnya. (AS/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya