Waspada! Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Berpotensi Terjadi di 10 Daerah Pantura Jateng

Akhmad Safuan
08/4/2026 14:49
Waspada! Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Berpotensi Terjadi di 10 Daerah Pantura Jateng
Banjir rob di Pantura, Jawa Tengah.(Dok. MI)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di 10 wilayah Jawa Tengah serta peningkatan fenomena air laut pasang atau banjir rob di kawasan pesisir utara (Pantura) pada Rabu (8/4). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG, kondisi pada pagi hari umumnya berawan dengan potensi hujan ringan di wilayah Solo Raya. Namun, memasuki siang hingga awal malam, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi akan mengguyur Jawa Tengah secara merata dengan waktu yang bervariasi.

Daftar 10 Daerah Berpotensi Cuaca Ekstrem

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Arif N, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi di 10 titik utama, khususnya di kawasan pegunungan dan dataran tinggi.

Adapun 10 daerah tersebut meliputi:

  • Banyumas
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Wonosobo
  • Mungkid
  • Boyolali
  • Temanggung
  • Magelang
  • Majenang
  • Ambarawa

“Sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah tetap berpeluang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” ujar Arif.

Ancaman Banjir Rob Jalur Pantura

Selain cuaca ekstrem di daratan, ancaman serius juga datang dari pesisir utara Jawa Tengah. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, memperingatkan adanya peningkatan ketinggian pasang air laut (rob).

Warga di wilayah Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati diminta waspada terhadap banjir rob yang diprediksi meningkat hingga beberapa hari ke depan.

Retna menjelaskan bahwa puncak rob diperkirakan berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB dengan ketinggian mencapai 1 meter. Kondisi ini tidak hanya berisiko merendam puluhan desa, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan transportasi.

“Rob ini dapat mengganggu transportasi, aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan, serta berdampak pada sektor budidaya perikanan darat dan petani garam,” jelas Retna.

Kondisi Angin dan Gelombang Laut

Secara teknis, BMKG mencatat angin bertiup dari arah timur laut menuju tenggara dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 25 kilometer per jam. Suhu udara di wilayah Jawa Tengah berada pada rentang 18-33 derajat Celcius dengan kelembaban udara mencapai 60-95 persen.

Untuk kondisi perairan, ketinggian gelombang di laut utara Jawa Tengah terpantau relatif tenang di angka 0,1-0,5 meter, sementara di perairan selatan Jawa Tengah gelombang mencapai 0,5-1,25 meter. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna meminimalisir risiko dampak bencana. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya