Waspada Cuaca Ekstrem di 22 Daerah Jateng dan Rob 1 Meter di Pantura

Akhmad Safuan
28/4/2026 07:35
Waspada Cuaca Ekstrem di 22 Daerah Jateng dan Rob 1 Meter di Pantura
Banjir akibat air laut pasang di perairan utara Jawa Tengah mengakibatkan banjir kembali merendam Jalur Pantura Semarang-Demak di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak Senin (27/4) sore.(MI/Akhmad Safuan)

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda 22 wilayah di Jawa Tengah pada Selasa (28/4). Selain hujan lebat, masyarakat di kawasan pesisir utara (pantura) juga diminta waspada terhadap ancaman banjir rob dengan ketinggian mencapai 1 meter.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, menjelaskan bahwa pada masa pancaroba ini, cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir masih sangat berpotensi terjadi, terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian selatan, hingga sebagian Solo Raya.

"Waspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung sebagai dampak dari cuaca ekstrem tersebut," ujar Agus Triyono dalam keterangannya, Selasa (28/4).

Daftar 22 Daerah Berpotensi Cuaca Ekstrem

Berdasarkan data BMKG, berikut wilayah di Jawa Tengah yang masuk dalam kategori rawan cuaca ekstrem hari ini:

Wilayah Waspada:

Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Grobogan, Pati, Kudus, Jepara, Temanggung, Kajen, Magelang, Salatiga, Pekalongan, Majenang, dan Ambarawa.

Sementara itu, daerah lain di Jawa Tengah tetap berpeluang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Suhu udara diprakirakan berkisar antara 18-34 derajat celsius dengan kelembaban udara 56%-95%.

Ancaman Banjir Rob di Pesisir Utara

Selain cuaca ekstrem di daratan, BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang juga menyoroti fenomena air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah. Prakirawan Shafira Tsanyfadhila menyebutkan ketinggian rob maksimum bisa mencapai 1 meter.

"Banjir rob diprediksi berlangsung pada pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Hal ini mengakibatkan genangan di sejumlah daerah pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati," jelas Shafira.

Meski gelombang di perairan utara tergolong rendah (0,5-1,35 meter) dibandingkan perairan selatan (1,25-2,5 meter), dampak rob ini dinilai cukup signifikan mengganggu aktivitas ekonomi warga. Beberapa sektor yang terdampak langsung meliputi:

  • Transportasi di jalur pesisir.
  • Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan.
  • Budidaya perikanan darat (tambak).
  • Produksi petani garam.
  • Terendamnya puluhan desa di sepanjang garis pantai.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan menyiapkan langkah mitigasi mandiri guna meminimalisir dampak bencana. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya