Waspada Cuaca Ekstrem di 26 Daerah Jawa Tengah dan Banjir Rob Pantura

Akhmad Safuan
09/4/2026 12:17
Waspada Cuaca Ekstrem di 26 Daerah Jawa Tengah dan Banjir Rob Pantura
Cuaca cerah berawan di Gunung Merbabu pagi Kamis (9/4).(MI/Akhmad Safuan)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda 26 daerah di Jawa Tengah pada Kamis (9/4). Selain hujan lebat, masyarakat di wilayah pesisir utara (Pantura) juga diminta mewaspadai peningkatan tinggi air laut pasang atau rob.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Harits Syahid, mengungkapkan bahwa potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir meningkat di 26 titik. Kondisi ini memicu risiko bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung.

"Warga diminta untuk waspada terhadap dampak cuaca tersebut, terutama di wilayah pegunungan dan dataran tinggi," ujar Harits Syahid, Kamis (9/4).

Daftar 26 Daerah Berpotensi Cuaca Ekstrem

Berdasarkan data BMKG, wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem tersebar di kawasan pegunungan, Solo Raya, Jawa Tengah bagian selatan, hingga sebagian Pantura, meliputi:

  • Wilayah Selatan & Pegunungan: Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Magelang, Temanggung, Bumiayu, dan Majenang.
  • Solo Raya: Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, dan Surakarta.
  • Pantura & Sekitarnya: Grobogan, Blora, Pati, Kudus, Jepara, Ungaran, Brebes, Salatiga, dan Ambarawa.

Sementara itu, daerah lain di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Suhu udara diprakirakan berkisar antara 18-32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 60-95 persen.

Ancaman Banjir Rob di Pesisir Utara

Meski gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah dilaporkan mulai mereda dan aman untuk pelayaran, ancaman banjir rob justru meningkat di perairan utara. Ketinggian pasang air laut maksimum diprediksi mencapai 1 meter.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Doni Prastio, menjelaskan bahwa banjir rob ini berpotensi melanda sejumlah daerah di Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati.

"Warga di sejumlah daerah di Pantura diminta waspada banjir sebagai dampak rob yang berlangsung pada pukul 14.00-17.00 WIB," kata Doni.

Doni menambahkan, meskipun situasi pelayaran relatif aman, banjir rob ini tetap berisiko mengganggu aktivitas ekonomi warga, mulai dari transportasi darat, proses bongkar muat barang di pelabuhan, hingga sektor budi daya perikanan darat dan petani garam.

Peringatan Keselamatan: Hindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat terjadi angin kencang, dan segera cari tempat aman jika terjadi sambaran petir yang intens. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya