Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH 52 hari berlalu sejak banjir bandang menerjang Aceh pada 26 November 2025, namun duka belum beranjak dari ribuan warga di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Di tengah klaim pemerintah bahwa situasi bencana telah terkendali, realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang bertolak belakang. Bagi warga pedalaman, narasi "aman" tersebut seolah hanya bualan demi prinsip "Asal Bapak Senang" (ABS).
Penelusuran di Kemukiman Jamat, Jumat (16/1), memperlihatkan pemandangan memilukan. Ribuan korban masih berjibaku dengan lumpur tebal dan puing kayu rimba yang menimbun pemukiman serta sawah mereka.
Di wilayah adat yang mencakup empat desa terpencil—Reje Payung, Jamat, Delung Sekinel, dan Kute Reje—rumah-rumah warga telah hilang disapu arus.
MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE--Rumah warga rusak parah akibat banjir di perkampungan Kemukan Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.Akses menuju lokasi ini adalah perjuangan fisik yang berat. Berjarak sekitar 100 km dari pusat kota Takengon, jalur transportasi hancur total akibat longsor dan jembatan putus. Hanya kendaraan mesin 4x4 atau motor trail yang sanggup menembus medan ekstrem tersebut dengan waktu tempuh mencapai empat jam.
Kondisi pendidikan di wilayah ini jauh dari kata layak. Siswa SDN 10 Linge dan SMPN 26 Takengon kini harus belajar di bawah tenda oranye milik BNPB yang gerah saat terik dan lembap saat hujan. Tanpa meja, kursi, maupun sekat pemisah antarkelas, para siswa terpaksa duduk lesehan di atas terpal.
"Saat mencatat materi pelajaran di buku tulis, terpaksa harus tengkurap atau tiarap di lantai terpal. Sang guru pun harus duduk berbaur sama dengan murid," tulis laporan lapangan di lokasi.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Desni Arianti, Guru Matematika SMPN 26 Takengon, mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini bukan lagi aturan ketat, melainkan pemulihan trauma.
"Busana yang mereka pakai sekarang ini saja adalah pakaian layak pakai dari belas kasihan donatur. Bukan pakaian beli baru, hanya dari uluran tangan. Modelnya pun beragam bentuk dan berbagai warna, asalkan menutupi aurat," tutur Desni kepada Media Indonesia.
Tantangan keselamatan pun harus dihadapi setiap hari. Karena jembatan utama telah hanyut, siswa dari seberang sungai harus bertaruh nyawa menggunakan jembatan sling darurat—sebuah kawat gantung dengan dudukan ayunan yang ditarik manual—untuk mencapai sekolah.
Kondisi krisis ini mengundang keprihatinan dari kalangan akademisi. Ghina Zuhaira, mahasiswa Kedokteran Universitas Syiah Kuala yang sedang menjalani Koas, menekankan pentingnya edukasi pemulihan mental di tengah fasilitas yang serba terbatas.
"Kehadiran mereka ke sekolah mampu mengusir trauma masa lalu dengan menggantikan menatap akan hadir masa hadapan yang cemerlang itu sudah sangat luar biasa," kata Ghina.
Hingga kini, warga Jamat masih menanti kepastian relokasi dan bantuan hunian sementara (Huntara).
Di balik kemegahan alam pegunungan Aceh, mereka seolah terisolasi dalam "penjara" alam, menanti tangan pemerintah yang benar-benar hadir melampaui sekadar laporan di atas kertas. (Z-1)
Polresta Banda Aceh menangkap terduga pelaku penganiayaan balita di Daycare Baby Preneur. Kasus terungkap setelah rekaman CCTV viral di media sosial.
TIGA pendulang emas tradisional di aliran sungai kawasan Cot Kuala, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Aceh, hanyut terbawa arus besar.
Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan. Ini adalah pertemuan rasa, pertemuan hati, dan pertemuan sejarah
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh membutuhkan dukungan besar dari pemerintah pusat.
Program Amanah luncurkan Future Leaders Bootcamp di Aceh Besar untuk mencetak generasi unggul melalui kewirausahaan dan kepemimpinan berkarakter.
Saat menjadi narasumber pada seminar itu, Ahmad Luthfi membeberkan sejumlah praktik baik yang sudah dilakukan di Provinsi Jawa Tengah selama ia memimpin.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
SEJUMLAH anak sungai di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari) Jambi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Pemprov Jawa Barat menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved