Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung. Sejumlah ruas jalan utama terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 30 cm, terutama di kawasan yang berdekatan dengan Sungai Aek Sigeaon.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, genangan air yang merendam pusat kota memicu sorotan publik. Kondisi ini dinilai sebagai cerminan lemahnya penataan kota, khususnya pada sektor drainase yang tidak mampu mengalirkan air secara optimal ke badan sungai.
Ironisnya, secara geografis Kota Tarutung berada di wilayah yang memiliki aliran sungai di bagian hilir. Namun, buruknya fungsi saluran air membuat limpasan hujan justru menggenang di kawasan perkotaan, termasuk di jalur strategis menuju Sibolga.
Alboin Tanjung, seorang sopir lintas provinsi, mengaku terkejut dengan kondisi tersebut. Ia menyebut fenomena banjir di pusat kota Tarutung sebagai kejadian yang belum pernah ia temui selama puluhan tahun beraktivitas di jalanan.
“Sejak tahun 2000-an saya melintas di sini, baru kali ini melihat pusat kota terendam banjir setinggi ini. Padahal ada Sungai Aek Sigeaon di hilir, seharusnya air cepat surut,” ujarnya.
Ia menilai buruknya sistem drainase dan gorong-gorong menjadi faktor utama terjadinya genangan. Saluran yang tidak berfungsi maksimal menyebabkan distribusi air tersendat dan akhirnya meluap ke jalan.
Kritik serupa disampaikan warga setempat, Levano Hutabarat (53). Ia menilai pemerintah daerah belum menunjukkan keseriusan dalam membenahi infrastruktur dasar perkotaan.
“Jangan hanya fokus pada kegiatan seremonial. Penataan kota itu butuh kerja nyata, bukan sekadar program rutin tanpa hasil,” tegasnya.
Levano juga menyoroti kondisi gorong-gorong di Jalan Sutomo, tepatnya di samping Kantor Inspektorat. Menurutnya, saluran tersebut tersumbat material batu dan tidak pernah ditangani secara serius meski sudah dilaporkan.
“Saya sudah turun langsung ke dalam gorong-gorong dan melihat ada sumbatan. Sudah dilaporkan, tapi tidak ada tindak lanjut,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem drainase kota. Tanpa langkah konkret, banjir serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin merugikan masyarakat, terutama di pusat aktivitas ekonomi. (JH/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved