Darurat Sampah di Aliran Kali Pesanggrahan Depok

Kisar Rajagukguk
21/4/2026 17:41
Darurat Sampah di Aliran Kali Pesanggrahan Depok
Ilustrasi .(MI/Usman Iskandar)

ALIRAN Kali Pesanggrahan di Jalan Bandung, Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat, tertimbun tumpukan sampah liar yang masif. Kondisi ini memicu penyempitan akses, pencemaran lingkungan, hingga banjir yang memutus urat nadi transportasi penghubung wilayah Depok dan Tangerang Selatan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan sampah yang terdiri dari plastik, styrofoam, potongan kayu bekas, hingga limbah domestik tersebut memenuhi bibir jembatan dan tersangkut di besi pembatas. Akibatnya, aliran air tersumbat total dan meluap ke badan jalan.

Puncaknya terjadi pada Senin (20/4/2026), di mana Jembatan Jalan Bandung terendam banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter. Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi di wilayah hulu, khususnya Kabupaten Bogor, yang meningkatkan debit air secara drastis. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dan terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh.

Evakuasi 40 Ton Sampah
Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bergerak cepat menangani sumbatan tersebut. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kota Depok, Rizwan Nurahim, mengonfirmasi bahwa volume sampah yang menumpuk mencapai lebih dari 40 ton.

Rizwan menjelaskan bahwa mayoritas sampah tersebut merupakan kiriman dari hulu yang terbawa arus sungai. Untuk menanganinya, dikerahkan sedikitnya 154 personel dan 6 armada truk guna memindahkan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

"Kita angkut sampah secara manual. Kita mendorong sampah ke titik tepat di dekat jembatan agar mudah diangkut alat berat, karena tanah di pinggir kali rapuh," kata Rizwan, Selasa (21/4/2026).

Penanganan Serentak 
Senada dengan Rizwan, Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi SDA-DPUPR Kota Depok, Bahtiar Ardiansyah, menambahkan bahwa fenomena tumpukan sampah ini tidak hanya terjadi di Kali Pesanggrahan, tetapi juga tersebar di berbagai bantaran sungai di 11 kecamatan di Kota Depok.

Pihaknya mencatat volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton guna mencegah bencana banjir yang lebih luas.

"Tiap hari kami mengangkut 4 ton sampah dari tiap kecamatan. Kota Depok memiliki 11 kecamatan. Artinya, 40 ton sampah yang menumpuk di bantaran kali di 11 kecamatan kami angkut dan pindahkan ke TPA per hari," kata Bahtiar.

Ia menyebut dominasi limbah masih berkutat pada sampah rumah tangga dan material kayu. Upaya pembersihan ini diharapkan mampu menormalkan kembali fungsi sungai. "Kita angkut semua sampah ini agar permukiman penduduk tidak kebanjiran saat hujan," tandasnya. (KG/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya