Ikatan Emosional Warga Sumedang dan Masyarakat Aceh terus Terjalin Erat

Sugeng Sumariyadi
26/4/2026 18:41
Ikatan Emosional Warga Sumedang dan Masyarakat Aceh terus Terjalin Erat
Silaturahmi warga Sumedang dan masyarakat Aceh di Jawa Barat dilaksanakan di Sumedang.(ISTIMEWA)

KABUPATEN Sumedang dan masyarakat Aceh memiliki kedekatan sejak dari dulu. Hubungan itu terjalin dengan adanya makan pahlawan asal Aceh Cut Nyak Dien di Sumedang.

Masyarakat dari dua daerah pun sering menggelar silaturahmi bersama. Yang terbaru, silaturahmi akbar dan halalbihalal digelar Keluarga Masyarakat Aceh Bandung di Gedung Negara Sumedang, Minggu (26/4).

Kegiatan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan dihadiri oleh masyarakat Aceh yang bermukim di berbagai wilayah, khususnya di Jawa Barat.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menilai suasana halalbihalal yang terbangun tidak sekadar menjadi ajang pertemuan biasa, melainkan sarat makna emosional dan historis.

“Karena bagi saya, pertemuan ini bukan sekadar pertemuan. Ini adalah pertemuan rasa, pertemuan hati, dan pertemuan sejarah,” ujarnya.

Ia menegaskan, hubungan antara Aceh dan Sumedang tidak bisa dilepaskan dari dua hal utama, yakni sejarah perjuangan dan nilai keikhlasan. Hal tersebut, tercermin dari keberadaan sosok pahlawan nasional Cut Nyak Dien yang dimakamkan di Sumedang.

“Di Sumedang bersemayam seorang pahlawan besar, seorang perempuan tangguh yang menjadi inspirasi bagi kita semua. Beliau adalah Cut Nyak Dien, simbol keberanian dan keteguhan,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, keberadaan makam Cut Nyak Dien telah menjadi jembatan batin yang menghubungkan masyarakat Aceh dengan masyarakat Sumedang. Warga Aceh yang tinggal di Sumedang bukanlah orang asing, melainkan bagian dari keluarga besar masyarakat Sumedang.

“Kami ingin terus menyambut masyarakat Aceh sebagaimana dahulu masyarakat Sumedang menyambut Cut Nyak Dien di tanah ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dan kerja sama antara masyarakat Aceh dan Sumedang di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, budaya, hingga pengembangan pengetahuan.

Ia juga menekankan bahwa makam Cut Nyak Dien bukan sekadar situs sejarah, tetapi juga amanah moral yang harus dijaga dan diteladani.

Bupati Dony menguraikan tiga nilai utama yang dapat diwarisi dari sosok Cut Nyak Dien, yakni keberanian dalam menghadapi tantangan, keteguhan dalam menjaga nilai-nilai agama, serta keikhlasan dalam pengabdian.

“Semoga nilai-nilai tersebut dapat kita lanjutkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penghormatan dan amanah moral bagi kita semua,” katanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner