Tiga Pendulang Emas Tradisional Hanyut Terbawa Arus Sungai Tangse, Satu Orang dalam Pencarian

Amiruddin Abdullah Reubee
27/4/2026 01:15
Tiga Pendulang Emas Tradisional Hanyut Terbawa Arus Sungai Tangse, Satu Orang dalam Pencarian
Titik beberapa lokasi pendulang emas dalam tradisional hulu sungai Tangse, Pidie Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

TIGA pendulang emas tradisional di aliran sungai kawasan Cot Kuala, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Aceh, hanyut terbawa arus besar. Peristiwa itu berawal ketika mereka hendak menyeberang sungai sekitar pukul 13.00 WIB, Sabtu (25/4) siang. 

Ke-tiga pendulang emas itu adalah warga Kecamatan Tangse. Masing-masing bernama Yatim, 35, warga Gampong (Desa) Krueng Meriam, Zainunis, 29, warga Gampong Krueng Meriam, dan Armia, 35, warga Gampong Blang Pandak. 

Tokoh Masyarakat Tangse, Zainuddin, kepada Media Indonesia, mengatakan, tiga korban itu mulanya hendak mendulang emas mengusiri aliran sungai pegunungan kawasan Cot Kuala. Ketikan hendak menyeberang sungai Cot Kuala untuk menuju Dusun Ireue. 

Karena arus sungai sangat deras setelah beberapa saat diguyur hujan, ternyata ketiga lelaki itu gagal melawan arus deras dan kencang. Itu sebabnya mereka hanyut terbawa arus hulu sungai nan deras itu. 

Ketiganya hanyut timbul-tenggelam semakin jauh tertelan arus sungai rimba. Beruntung Yatim dan Armia berhasil selamat, setelah mendapat bantuan oleh pemancing ikan sungai Sayed Nazaruddin dan warga lainnya.

Lalu puluhan warga lain juga ikut membantu bersama tim SAR dan personel TNI dan Polri. Sayang hingga Minggu (26/4) petang, seorang korban lagi bernama Zainunis belum ditemukan. 

Adapun korban selamat bernama Yatim dan Armia setelah mendapat evakuasi langsung dilarikan ke rumah sakit guna penanganan medis. Sedangkan korban hilang masih terus dilakukan pencarian. (MR/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya