Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) mulai melanda Provinsi Riau. Sejauh ini, sebanyak tujuh daerah yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan, Indragiri Hilir (Inhil), Pekanbaru, dan Dumai telah mengalami karhutla.
Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat luas karhutla yang terus meluas telah mencapai 57,06 hektare (Ha).
"Iya, luasan lahan terbakar di Riau terus bertambah. Sekarang sudah 57,06 Ha lahan yang terbakar di tujuh daerah itu," kata Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal, Minggu (16/2).
Ia merincikan luas lahan terbakar di tujuh daerah tersebut. Terluas Karhutla terjadi di Kota Dumai 16,03 Ha. Kemudian disusul Kabupaten Bengkalis 21,20 Ha, Pelalawan dan Inhil masing-masing 6,50 Ha. Selanjutnya Siak 4,65 Ha, Kepulauan Meranti 2,00 Ha, dan Kota Pekanbaru 0,18 Ha.
Atas kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan menetapkan status siaga Karhutla. Namun sebelum status itu ditetapkan, pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi dengan pihak terkait lainnya.
"Status siaga segera kita tetapkan karena lahan terbakar semakin banyak. Namun kita juga masih menunggu kabupaten kota terlebih menetapkan status terlebih dahulu baru bisa provinsi menetapkan status siaga," jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Karena hal tersebut dapat memicu terjadinya Karhutla.
"Masyarakat kami imbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena hal tersebut dapat menyebabkan kebakaran semakin meluas," pungkasnya. (H-4)
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
DI awal tahun 2026 tren karhutla di Riau kembali meningkat. Hal ini ditandai dengan banyaknya titik api dan meluasnya kawasan terbakar, terutama di wilayah gambut.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di Provinsi Riau sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.
PEMERINTAH Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga saat ini masih terus menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.
Fokus penanganan pemadaman karhutla Riau saat ini berada di beberapa desa di Kecamatan Bengkalis dan sekitarnya
PERKEMBANGAN operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terus berlanjut.
Data yang diperoleh Media Indonesia dari KPH Lawu selama 10 tahun terakhir ini menunjukkan, kebakaran hutan selalu muncul ketika kemarau menggantang lingkungan hutan.
Dana hasil penegakan hukum tersebut, lanjut Lukita, dikembalikan untuk mendukung pemulihan ekosistem hutan yang rusak akibat kebakaran.
BMKG mencatat 310 titik panas di Riau, didominasi Bengkalis. Sejumlah titik sudah jadi api dengan asap tebal, pemadaman darat dan water bombing terus dilakukan.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved