Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMANTAUAN dan perawatan saluran drainase di wilayah Kota Yogyakarta ditingkatkan untuk mencegah genangan air dan banjir di musim hujan. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta juga rutin melakukan pembersihan saluran drainase dari sumbatan.
“Secara umum genangan air di Kota Yogyakarta sudah sangat kecil, ada beberapa genangan itu disebabkan curah hujan yang deras dalam waktu yang lama atau beberapa ruas jalan kecil di perkampungan belum memiliki drainase,” papar Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPUPKP Kota Yogyakarta, Rahmawan Kurniadi dalam siaran pers, Kamis (25/1)
Ia mengatakan, perencanaan saluran drainase harus memperhitungkan curah hujan, tata guna lahan, dan luas daerah tangkapan air. Dengan demikian, dimensi saluran yang dibangun dapat menjaga agar ruas jalan tetap kering walaupun terjadi kelebihan air agar tidak mengganggu pengguna jalan.
Baca juga : Banjir Hulu Sungai Utara Surut, Sebagian Pengungsi Pulang ke Rumah
“Kami memiliki tenaga swakelola sejumlah 35 orang, ini terbagi menjadi tiga tim besar yaitu pengairan irigasi, drainase saluran air hujan dan masalah talud," papar dia.
Mereka bertugas menangani kejadian insidental, kerusakan mendadak atau terjadi genangan yang mengganggu. Mereka ini yang akan membersihkan saluran drainase jika ada laporan dari masyarakat.
Baca juga : Intensitas Hujan Berkurang, Pelaksanaan Modifikasi Cuaca di Riau Batal
Saluran drainase di Kota Yogyakarta menggunakan konsep Drainase Ramah Lingkungan (Eko-Drainase). Air limpasan (run-off) yang masuk ke sistem drainase tidak langsung dibuang ke badan sungai terdekat, melainkan diresapkan dulu ke tanah, melalui sumur resapan yang dibangun pada sistem drainase tersebut.
“Pada saluran drainase, kami telah membuat titik-titik tangkap lumpur, bentuknya berupa sumur resapan. Jadi lumpur-lumpur akan mengendap di sumur ini, sehingga petugas lebih mudah dalam membersihkan. Nah masing-masing sumur resapan ini berjarak 10-15 meter,” ungkapnya.
Konsep itu diharapkan dapat menjaga konsistensi lengas tanah, meningkatkan cadangan air tanah, dan membantu menjaga kuantitas groundwater flow atau muka air tanah.
“Air tidak langsung terbuang semua ke sungai tetapi bisa meresap ke dalam tanah melalui sumur-sumur ini untuk tujuan konservasi air sehingga kualitas air tanah di kawasan tersebut tetap terjaga,” lanjutnya.
“Pada 2024 ini akan dibangun drainase saluran air hujan di daerah Giwangan Kampung Mendungan RW 13, karena sering terjadi genangan maka kami coba untuk alirkan ke sungai Gajah Wong. Selain itu peningkatan saluran air hujan di Jalan Kyai Mojo dan Jalan Abimanyu Sugriwa daerah kelurahan Wirogunan,” tutup dia. (Z-5)
Kegiatan yang bakalan digelar adalah Seminar Nasional Kebangsaan dengan menghadirkan berbagai narasumber dan pemecahan rekor MURI.
Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, menjelaskan bahwa rangkaian persiapan ini sengaja dimulai lebih awal untuk menyelaraskan dengan jadwal pengundian grup.
Pihak korban menyampaikan tiga kebutuhan utama, yakni penegakan hukum yang transparan, pendampingan menyeluruh, serta jaminan pembiayaan bagi anak-anak korban.
KASUS dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini menyampaikan, ini adalah pengaduan yang kelima daycare bermasalah
Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez mendesak polisi mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap 103 anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
GUBERNUR DI Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X, menyesalkan terjadinya tindak kekerasan anak yang terjadi di daycare Little Aresha.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
SEJUMLAH anak sungai di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari) Jambi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Pemprov Jawa Barat menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved