Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Sukabumi, Jawa Barat, masih dihantui ancaman potensi bencana hidrometeorologi. Seperti terjadi pada Senin (14/3) petang bersamaan hujan deras disertai angin cukup kencang.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, terjadi 9 titik bencana hidrometeorologi. Bencananya berupa banjir yang terjadi di 5 titik dan tanah longsor di 4 titik. "Ada 9 titik yang terjadi bencana di Kota Sukabumi saat hujan deras kemarin (Senin)," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani, Selasa (15/3).
Lima titik banjir berada di RT 02/03 Kelurahan Sudajayahilir Kecamatan Baros, di Kampung Tugu RT 01/04 Kelurahan Jayaraksa Kecamatan Baros, di RT 01/01 Kelurahan Cipanengah Kecamatan Lembursitu, di Kampung Gunungkarang RT 01/11 Kelurahan Limusnunggal Kecamatan Lembursitu, dan di RT 05/01 Kelurahan Cipanengah Kecamatan Lembursitu. Sedangkan tanah longsor terjadi di RT 04/02 Kelurahan Cipanengah Kecamatan Lembursitu atau di belakang Gedung Korpri Kota Sukabumi, di kawasan Gedung Kwarcab Pramuka Kota Sukabumi, di sekitar Klinik BSMI, dan di Kampung Genteng RT 01/01 Kelurahan/Kecamatan Baros atau di dekat Jembatan Cibeureum. "Titik banjir dan tanah longsor terjadi di Kecamatan Baros dan Lembursitu," ucapnya.
Tidak ada korban luka atau jiwa pada bencana tersebut. Imran menuturkan, nilai kerugian masih dalam tahap penghitungan. "Begitu juga rumah yang terdampak, masih kami data, terutama yang terendam karena banjir luapan," sebutnya.
Imran tak memungkiri bencana masih berpotensi terjadi mengingat intensitas curah hujan masih cukup tinggi. Masyarakat pun tetap diimbau siap siaga dan waspada dengan kondisi cuaca sekarang. "Kami waspadai potensi bencana bisa terjadi di semua wilayah di 33 kelurahan tersebar di tujuh kecamatan," pungkasnya. (OL-15)
BERBAGAI langkah antisipatif dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menghadapi ancaman potensi kekeringan dampak kemarau.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mencatat selama periode 2022 hingga 2025, sekitar 92-97% kejadian bencana di Jawa Timur merupakan bencana hidrometeorologi.
BMKG peringatkan cuaca ekstrem di 7 wilayah Jawa Tengah dan ancaman banjir rob setinggi 1 meter di pesisir Pantura pada Sabtu, 25 April 2026.
BMKG peringatkan cuaca ekstrem di 22 daerah Jawa Tengah hari ini. Waspada hujan lebat, angin kencang, serta banjir rob di pesisir utara (Pantura).
MASYARAKAT di Kabupaten Bekasi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, meski wilayah itu diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April hingga Juni 2026.
BENCANA hidrometeorologi masih menjadi ancaman Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Proses perbaikan masih berlangsung secara intensif dengan fokus pada perkuatan tubuh ban rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api. U
Hasil asesmen di lapangan, panjang rekahan tanah sekitar 8 meter dengan kedalaman 50 sentimeter.
Di Kampung Cibolang RT 03/06 Desa/Kecamatan Curugkembar, dampak cuaca ekstrem mengakibatkan sebuah jembatan tergerus longsor.
Berdasarkan hasil monitoring di Pasar Pelita dan Tipar Gede, harga komoditas yang cenderung masih stabil antara lain beras.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Sukabumi meminta bantuan Pemprov Jabar memperbaiki ruas Jalan Merbabu di Kecamatan Gunungpuyuh.
Penerapan WFH merupakan bagian dari efisiensi. Terutama upaya menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved