Rumah Rusak Terdampak Pergerakan Tanah, Satu Keluarga di Sukabumi Mengungsi

Benny Bastiandy
20/4/2026 19:23
Rumah Rusak Terdampak Pergerakan Tanah, Satu Keluarga di Sukabumi Mengungsi
Dua petugas BPBD Kabupaten Sukabumi berada di lokasi pergerakan tanah.(MI/BENNY BASTIANDY)

PERGERAKAN tanah terjadi di Kampung Bojongduren RT 30/09, Desa Bantargadung, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Akibat kejadian itu, satu keluarga harus mengungsi karena bangunan rumah mereka turut terdampak.

Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pergerakan tanah di lokasi merupakan dampak hujan lebat pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 22.00 WIB. Hasil asesmen di lapangan, panjang rekahan tanah sekitar 8 meter dengan kedalaman 50 sentimeter.

"Bangunan rumah yang rusak merupakan milik Kamaludin yang dihuni dua jiwa. Saat ini pemilik rumah mengungsi ke rumah anaknya," katanya, Senin (20/4).

Bertepatan pergerakan tanah, lanjut dia, di Desa Bantargadung juga terjadi banjir di Kampung Cimapag RT 01/01 saat cuaca ekstrem pada Sabtu malam. Arus deras sungai mengakibatkan bangunan jembatan gantung terputus.

"Ini akibat meluapnya aliran Sungai Cimapag. Jembatan gantung dengan panjang bentangan 20 meter dan lebar 1,5 meter terputus," ujarnya.

Jembatan gantung itu merupakan akses vital masyarakat. Jembatan itu merupakan penghubung Kampung Cimanggu RT 02/01 dengan Kampung Cimapag RT 01/01.

"Saat ini warga harus memutar arah sejauh 2 kilometer ke arah Kampung Tegaldatar," jelasnya.

Sementara di Kampung Tegaldatar RT 03/01, banjir aliran Sungai Cimapag mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) pada jalan lingkungan tergerus  hingga roboh dengan panjang 30 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 3 meter.

"Penanganan darurat sedang kami upayakan secepatnya agar aktivitas masyarakat tak terganggu," pungkasnya.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner